Pertamina Minati Saham Saudi Aramco

Tesa Oktiana Surbakti
28/4/2016 15:26
Pertamina Minati Saham Saudi Aramco
(Istimewa)

ARAB Saudi perlahan akan melepas ketergantungan sumber ekonominya dari minyak bumi dengan melepas saham Saudi Aramco melalui skema penawaran saham perdana (IPO). PT Pertamina (persero) yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan BUMN energi asal negeri Timur Tengah itu, menaruh minat untuk mengakuisisi saham Saudi Aramco.

Kendati demikian, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menekankan perseroan harus terlebih dahulu mereview skema penawaran saham. Selain melihat aspek kemampuan finansial, pihaknya menginginkan adanya potensi Pertamina membawa crude (minyak mentah) yang diproduksi Saudi Aramco untuk diolah ke kilang dalam negeri. Begitu pula porsi kepemilikan terhadap blok-blok migas yang dikelola Aramco.

“Makanya kita lihat dulu sisi portofolio, termasuk menyesuaikan pendanaan. Inginnya juga jangan hanya sebatas kepemilikan equity, tapi ibaratnya ada minyak yang bisa kita bawa pulang,” ujar Wianda di Jakarta, Kamis (28/4).

Dalam rangka mengurangi ketergantungan importasi bahan bakar minyak (BBM), Pertamina berambisi untuk memberbesar kapasitas crude yang diolah di Tanah Air. Saat ini dengan kemampuan lifting nasional 850 barel per hari (bph), tidak mampu mencakup kebutuhan BBM sebesar 1,5 juta bph.

“Nah bagaimana tadi kebutuhan crude untuk kilang pengolahan itu yang harus kita cukupi,” imbuhnya.

Pertamina, sambung dia, menyadari kontribusi terhadap cadangan minyak nasional masih relatif rendah sekitar 26 persen. Maka dari itu, perseroan mengalokasikan anggaran sebesar US$ 3 miliar untuk melakukan investasi di sektor hulu (upstream).

“Bayangkan produksi nasional kita cuman 21 persen dari seluruh kilang di Indonesia. Artinya ada sesuatu yang harus diperbaiki. Kontribusi kita untuk cadangan baru 26 persen, Petronas sudah di atas 52 persen. Harapannya kita mencari penambahan blok migas untuk bisa meningkatkan cadangan nasional kita,” pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya