Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Efek Indonesia (BEI) menawarkan instrumen alternatif untuk menyimpan dana yang masuk hasil dari tax amnesty, yakni melalui reksadana atau saham yang bisa dikunci atau ditahan (lock up) agar tidak bisa diperjualbelikan sampai lima tahun atau lebih.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BEI Tito Sulistio kepada media saat dijumpai dalam rapat dengar pendapat, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/4).
Lebih lanjut, Tito menjelaskan, lock up akan bisa langsung dilakukan begitu dana hasil pengampunan pajak masuk ke Indonesia. Ia mengatakan, secara teknis hal tersebut mudah dilakukan dan tidak perlu mengubah peraturan yang ada.
"Memang lock up di saham bisa, tapi reksadana mestinya juga bisa, sebab itu kan produk bursa, dan aturan lock up bursa juga yang buat," tutur Tito.
Ia juga menyampaikan, konsep alternatif tersebut diusulkan untuk mencegah keluar masuknya dana secara bebas. Selain itu, ia memberi wadah tampungan lain, agar tidak hanya membebani satu tempat saja.
"Maka, bisa disebar dan diletakkan di instrumen pasar modal."
Dengan disebar di pasar modal, tentunya akan memberikan keuntungan banyak. Menurut Tito, dana hasil pengampunan pajak tersebut dapat mengundang banyak investor asing yang masuk, membuat investasi menarik sebab berpotensi memberi imbal hasil yang memuaskan, dan meningkatkan pertumbuhan transaksi pasar modal lokal.
"Jadi, tax amnesty bisa menjadi pancingan untuk membuat dana masuk ke Indonesia dan orang mau taruh uangnya di Indonesia," ucapnya.
Ketua Komisi XI Ahmadi Noor Supit menyambut baik usulan tersebut dan mengaku akan mempertimbangkannya. Namun, tentunya tidak luput dari beberapa hal yang mesti diperhatikan.
"Harus ditimbang juga plus-minusnya. Nanti kami kaji dulu," tandasnya. (Arv/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved