Astra International Berencana Terbitkan Obligasi

Anastasia Arvirianty
27/4/2016 16:17
Astra International Berencana Terbitkan Obligasi
(Foto istimewa)

PT Astra International Tbk berencana menerbitkan obligasi yang dilakukan pada anak usaha di bidang jasa keuangan. Obligasi akan diterbitkan pada semester I 2016.

Hal itu disampaikan Direktur PT Astra International Tbk Gunawan Geniushardja dalam paparan publik seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perusahaan, di Jakarta, Rabu (27/4). Gunawan mengatakan, penerbitan obligasi tersebut sejalan dengan kebutuhan pembiayaan otomotif baik di roda dua maupun roda empat yang dinilai masih berpeluang baik di 2016 ini.

"Sehingga, diperkirakan kami butuh dana sekitar Rp40 triliun-Rp50 triliun. Kami cari biaya dana yang paling murah, dan obligasi adalah funding yang baik saat ini," katanya.

Gunawan mengatakan, pihaknya akan mencoba untuk menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pendanaan paling tidak 20%-25% dari total yang dibutuhkan, atau ditargetkan terkumpul dana Rp10 triliun-Rp12,5 triliun.

Di awal tahun, PT Federal International Finance (FIF) sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp3 triliun. Demikian pula dengan PT Astra Sedaya Finance (ASF) yang terbitkan obligasi sebesar Rp2 triliun. Gunawan mengakui, Toyota Astra Financial Services akan menyusul kemudian, namun ia belum mau membeberkan lebih lanjut.

"Yang lain akan kami terbitkan juga, tapi dilihat dari likuiditinya dan tergantung kuponnya bagus tidak, bila dibandingkan billateral loan," tutur Gunawan.

Direktur PT Astra International Tbk Sudirman Maman Rusdi menambahkan, pihaknya melihat adanya potensi kenaikan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat yang akan terjadi pada semester II 2016 mendatang. "Memang secara wholesale ada penurunan 5%, tapi kami optimistis akan meningkat di semester II nanti," tandas Sudirman.

Pada RUPS kali ini, juga diputuskan, laba perusahaan yang sebesar Rp14,46 triliun akan dialokasikan untuk menjadi dividen sebesar Rp7,16 triliun atau sebesar Rp177 per lembar saham dan sisa Rp7,29 triliun dibukukan sebagai laba ditahan perusahaan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya