191 Ribu Jagung Impor Sudah Masuk Pelabuhan

Gabriela Jessica Restiana Sihite
26/4/2016 22:38
191 Ribu Jagung Impor Sudah Masuk Pelabuhan
(ANTARA)

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina menyatakan jagung impor sudah masuk ke pelabuhan. Jagung impor yang sudah masuk sebanyak 191 ribu ton itu untuk digelontorkan kepada para peternak unggas mandiri.

"Sudah masuk dan dibilang oleh Balai Karantina kalau itu bisa diimpor Perum Bulog. 191 ribu ton tepatnya," ungkap Srie saat ditemui di Jakarta, Selasa (26/4).

Impor jagung tersebut, lanjut Srie, berasal dari beberapa negara, salah satunya dari Brasil. "Dari beberapa negara," tukasnya tanpa mau menyebut secara rinci negara asal impor jagung.

Menurut Srie, Perum Bulog yang akan membeli jagung-jagung impor yang sudah ada di pelabuhan tersebut. Hal itu merupakan kewajiban Perum Bulog yang sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Jagung. Setiap impor jagung untuk pakan ternak harus melalui Perum Bulog. Sebelum terbit Permendag itu, impor jagung bebas dilakukan oleh seluruh importir.

"Jadi Bulog akan bekerja sama dengan importir yang sudah masukan itu," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam siaran pers Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin (25/4), Perum Bulog direncanakan akan mengimpor jagung sebesar 190 ribu ton dari total kuota sebesar 1,5 juta ton untuk pakan ternak. Impor tersebut dilakukan Bulog segera setelah memperoleh rekomendasi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

Importasi tersebut dilakukan untuk keperluan stok cadangan jagung dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Rekomendasi segera dikeluarkan berdasarkan pertimbangan stok jagung dalam negeri, untuk melindungi produsen, dan stabilitas harga di pasaran. (Jes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya