Proyek Listrik 35 Ribu MW Berjalan Lamban

Gabriela Jessica Restiana Sihite
26/4/2016 18:56
Proyek Listrik 35 Ribu MW Berjalan Lamban
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PERKEMBANGAN megaproyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (Mw) berjalan lamban. Hal itu terlihat dari masih sedikitnya rencana pembangkit listrik itu yang sudah mulai beroperasi secara komersial (COD) sampai kuartal I 2016.

PT Perusahaan Listrik Negara (persero) mencatat dari 35 ribu Megawatt yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), baru 123 Mw yang sudah beroperasi. Dengan kata lain, perkembangan megaproyek listrik yang dicanangkan sejak 2014 itu baru mencapai 0,3% dari total proyek.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Gerindra Ramson Siagian pun mengkritik lambannya BUMN listrik tersebut dalam menggarap proyek penerangan di seluruh Tanah Air.

"Dalam satu tahun saja 1% belum sampai. Ini masa kerja pemerintahan sudah lewat 1,5 tahun. Bagaimana kita tahu potensi negara ini kalau proyek listriknya saja lamban?" cetus Ramson saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan PLN di Jakarta, Selasa (26/4).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir pun menilai pembangunan pembangkit listrik butuh waktu yang tidak singkat. Pembangkit listrik sebesar 123 Mw yang sudah beroperasi itu juga merupakan proyek lama PLN yang dimasukkan ke daftar 35 ribu Mw.

"Itu proyek sudah lama dan tertinggal di Gorontalo. Jadi dimasukkan ke 35 ribu Mw," ucap Sofyan.

Sofyan menjelaskan dalam membangun pembangkit listrik baru butuh waktu 2-3 tahun. Pasalnya, ada proses pembebasan lahan dan proses pencairan dana yang memakan waktu satu tahun. Setelah itu baru proses pelelangan, konstruksi, dan operasi secara komersial.

"Untuk pembangkit besar diperkirakan makan waktu 36 bulan, kalau pembangkit skala kecil 24 bulan, sehingga kita targetkan pembangkit baru selesai akhir 2018-2019. Kalau sudah jadi sekarang, malah aneh karena nggak mungkin," tukas Sofyan.

Mantan Dirut PT BRI (persero) Tbk itu juga menandaskan pada tahun ini pihaknya menargetkan penandatanganan power purchase agreement (PPA) untuk megaproyek 35 ribu Mw sebanyak 19.287 mw. Dari situ, 15.533 Mw merupakan proyek PLN dan sisanya sebesar 3.754 Mw merupakan proyek perusahaan listrik swasta (IPP).

"Akhir 2016 ada 1.185 Mw target COD dengan pembangkit 7 ribu mw dari FTP I. Sementara 2017 ada 135 Mw COD tambahan," imbuh Sofyan. (Jes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya