Ground Breaking PLTU Jawa 7 Dijadwalkan Mei

Adhi M Daryono
26/4/2016 18:49
Ground Breaking PLTU Jawa 7 Dijadwalkan Mei
(Foto Istimewa)

PELETAKAN batu pertama atau ground breaking Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 yang berada di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, direncanakan pada Mei mendatang. Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir di Gedung DPR, Selasa (26/4).

Ground breaking itu seharusnya dilakukan pada akhir bulan ini, tapi sejumlah kendala masih dihadapi. "Ground breaking harusnya setelah financial closing. Financial closing kan belum. Namun, karena waktu itu saya bikin syarat agar setiap investor yang tanda tangan power purchase agreement, harus taruh 10 %, tapi semua komplain," kata Sofyan.

Menurutnya, persyaratan menaruh 10% investasi terlebih dahulu untuk pembanguan PLTU tersebut bisa digunakan untuk pembebasan lahan. "Nah, gunanya 10% ini untuk pembebasan lahan. Untuk memulai ground breaking sudah bisa dengan memakai 10% tadi. Makanya dari itu saya minta sekarang. Padahal, financial closing kan habis Juni. Ini lagi kami percepat," tambah Sofyan.

PLTU Jawa 7 direncanakan dibangun dengan kapasitas 2 x 1.000 MW dengan investasi sebesar Rp40 triliun. Sekitar 30% dari saham PLTU Jawa 7 menjadi milik anak usaha PLN yang akan mengoperasikan pembangkit tersebut yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).

Adapun 70% menjadi milik pemenang tender. PLTU Jawa 7 ini merupakan bagian dari program 35 ribu Megawatt dan PLN memiliki 10 ribu Megawatt dari 35 Megawatt untuk PLTU Jawa 7.

Namun, Komisi VI DPR menyebut tender pembangunan PLTU Jawa 7 tidak sesuai prosedur sehingga berpotensi adanya kerugian negara. "Informasi yang kita dapatkan tidak sesuai prosedur, makanya harus kita reconfirm dengan yang bersangkutan. Kita dengar dari yang bersangkutan. Padahal, peserta lelang itu kan banyak ingin menang semua. Ada kongkalikong antara satu peserta dan PLN," kata Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Demokrat Azam Azman Natawijaya. (Adi/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya