Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI pasokan likuiditas melimpah dari arus modal masuk dan proyeksi repatriasi kapital tax amnesty, Bank Indonesia (BI) belum berani menjanjikan tingkat bunga di bawah 10% dapat terealisasi di semester I tahun ini.
"Tapi kalau nanti BI sudah efektif mengubah BI rate menjadi BI 7-days reverse repo, kami meyakini transmisi dari kebijakan yang diambil akan efektif dan lebih cepat sampai kepada pasar. Ini fokus BI selama beberapa bulan ke depan," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, kemarin.
Meski suku bunga acuan sudah turun 75 basis poin (bps), penurunan kredit secara agregat sepanjang triwulan I 2016 baru 13 basis bps, dan biaya dana pihak ketiga baru turun 37 bps.
Transmisi yang lamban itu, menurut Agus, bisa dipercepat dengan likuidits yang baik.
Ia yakin kondisi likuiditas sepanjang semester I cukup longgar memberi rasa aman perbankan.
"Penempatan dana di operasi moneter BI juga dalam jumlah yang sama dengan tahun yang lalu di semester II, dengan RAPBN-P dilakukan dan tax amnesty bisa diwujudkan tentu akan membuat likutiditas yang lebih besar."
Namun, Agus optimistis industri perbankan mampu merealisasi pertumbuhan kredit 12%-14% tahun ini di tengah tekanan menyusutkan tingkat bunga.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) mengumumkan penurunan suku bunga kredit usaha kecil menengah (UKM) menjadi 9,75% per tahun dari yang sebelumnya 12,75% per tahun.
Aturan yang mulai berlaku 1 Mei itu bertujuan merangsang pertumbuhan sektor UKM.
Wakil Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan portofolio di sektor UKM masih belum mampu menyamai besarnya portofolio perusahaan di segmen mikro ataupun komersial.
Atas pertimbangan tersebut, BRI akan mendorong pertumbuhan kredit di sektor kecil dan menengah.
Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menambahkan, pertumbuhan kredit di 2016 ini ditargetkan sekitar 13%-15% dengan kontribusi terbanyak masih tetap di segmen mikro.
"Kami mau menumbuhkan sektor UKM ini. Makin kecil segmennya, pertumbuhan makin besar."
Faktor lain yang membuat BRI menurunkan suku bunga kredit UKM ialah reformulasi kebijakan suku bunga acuan BI terkait BI 7-day reverse repo rate yang dinilai dapat mendorong situasi makroekonomi lebih kondusif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved