Kemenpar Gandeng OJK Kembangkan Pariwisata

21/4/2016 23:36
Kemenpar Gandeng OJK Kembangkan Pariwisata
(MI/PANCA SYURKANI)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama untuk mengembangkan destinasi dan industri pariwisata di Indonesia. Kesepahaman kedua lembaga itu ditandatangani di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (19/4) lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan investasi di sektor pariwisata seperti hotel, convention, pengembangan kawasan, dan segala kelengkapan amenitas lainnya akan makin besar.

“Karena itu perlu ada skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non-bank, seperti perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan sebagainya yang akan membantu mempercepat pembangunan destinasi dan industri pariwisata di Indonesia,” terang Arief Yahya, Kamis (21/4).

Menurutnya, kebijakan dan harmonisasi aturan juga ikut diselaraskan, untuk menjamin proyek-proyek pengembangan infrastruktur pariwisata seperti resort, jalan dan bandara makin cepat. Kedua instansi pemerinah itu akan makin intensif melakukan pertukaran data dan informasi, sosialiasi dan edukasi, serta mendorong kemitraan usaha antara pelaku industri pariwisata dengan LJK.

"Ujungnya adalah pengembangan destinasi dan industri pariwisata secara optimal. Hidupnya kawasan pariwisata itu akan memutar roda perekonomian di daerah," kata dia.

Kerja sama tersebut dinilai penting, mengingat kebutuhan investasi pariwisata terhitung besar. Nilai realisasi investasi pariwisata pada 2015 saja sudah mencapai US$1.049 juta dengan penanaman modal asing (PMA) US$ 732,46 juta dan penanaman dalam negeri (PDMN) US$316,61 juta. Pertumbuhan realisasi investasi tumbuh 53,17% dari tahun sebelumnya.

Jumlah itu terbilang wajar, mengingat ada target pembangunan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi berskala internasional, 100 operator diving, 100 marina, 100 KEK, dan infrastruktur pariwisata lainnya yang dipancang Kemenpar. Semua itu, adalah upaya untuk mendungkung pencapaian target kunjungan 20 juta wisman dan pergerakan 275 juta wisnus di Tanah Air hingga 2019 mendatang. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya