Presiden Jokowi Promosikan Wisata Indonesia di Inggris

21/4/2016 21:35
Presiden Jokowi Promosikan Wisata Indonesia di Inggris
(AFP / STEFAN WERMUTH)

PRESIDEN Joko Widodo 'mempromosikan' pariwisata Indonesia di hadapan Parlemen Inggris, 19 April 2016 lalu. Dalam pidatonya, Presiden menyebut Indonesia tidak hanya memiliki Bali sebagai tempat wisata.

"Tidak cuma Bali, tapi juga tempat-tempat indah lain yang jumlahnya ratusan di Indonesia. Ada penerbangan regular dari Jakarta ke London," ujar Presiden Jokowi.

Apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu sebenarnya adalah cara yang sangat smart mempromosikan Wonderful Indonesia, dengan destinasi beragam, banyak, bukan hanya Bali saja. Bahkan saat ini sedang dikebut percepatan 10 Bali Baru, atau 10 Top Destinasi Baru.

Presiden juga sedang mempromosikan Garuda Indonesia, national flag carrier yang menjadi connectivity Jakarta-London direct. Tidak sulit bagi warga Inggris untuk menikmati sensasi keindahan Indonesia saat ini.

"Terima kasih Pak Presiden Jokowi, sudah mempromosikan Wonderful Indonesia di Inggris," ungkap Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini juga menegaskan 10 "Bali Baru" yang sedang dibangun adalah Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Babel, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara.

Menpar juga mengundang investor Inggris yang tertarik untuk berbisnis pariwisata di Indonesia, agar kerjasama antar kedua negara ditindaklanjuti dengan Business to Business (B to B).

Arief Yahya menyebutkan, dari sisi atraksi Wonderful Indonesia, tidak ada yang mengalahkan di muka bumi. Baik culture maupun nature-nya, tinggal memoles saja.

Pemerintahan Presiden Jokowi sedang menempatkan Pariwisata sebagai salah satu leading sector, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime. "Silakan berinvestasi di pariwisata," ucap Arief Yahya yang selalu mempresentasikan bahwa portofolio bisnis patiwisata sedang seksi-seksinya sekarang.

Presiden juga menyebut Indonesia lebih mengenal Inggris, ketimbang sebaliknya. "Di Indonesia, pertandingan antara Manchester United dan Arsenal kadang-kadang menjadi sumber 'pertengkaran' dalam keluarga," ujar Presiden. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya