PLN Gandeng Siemens Kembangkan Pembangkit Listrik

Tesa Oktiana Surbakti
20/4/2016 20:11
PLN Gandeng Siemens Kembangkan Pembangkit Listrik
(ANTARA/Adiwinata Solihin)

PERSOALAN krisis listrik yang masih saja membayangi berbagai wilayah di Tanah Air mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (persero) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

Dalam lawatan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jerman, Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Mou) dengan perusahaan lokal Siemens. Kerja sama itu bertujuan untuk mengembangkan pembangkit listrik (small mobile power plant) dengan total kapasitas sekitar 500 Mega Watt (MW).

Nantinya pembangkit akan dibangun tersebar di wilayah Indonesia Timur. Utamanya menyasar daerah yang banyak memiliki pulau-pulau kecil dan tersebar. "Program strategis dalam MoU PLN-Siemens tersebut adalah national capacity building, yang mencakup pengembangan manufaktur lokal, pengembangan kemampuan Operation and Maintenance (O&M), serta pengembangan SDM," jelas Nicke dalam keterangan resmi, Rabu (20/4).

Nicke memastikan komposisi serapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) jauh lebih tinggi. Itu tecermin dari kesepakatan 75% komponen small mobile power plant, akan diproduksi di dalam negeri di manufaktur-manufaktur lokal.

Adapun nilainya minimal 45% dari total investasi. Sedangkan untuk jasa O&M juga akan dilakukan oleh Pusat Pemeliharaan Listrik (Pusharlis) PLN. Melalui kerja sama ini juga akan dilakukan pengembangan SDM melalui dual system-vocational.

Program ini, lanjut dia, akan diprioritaskan untuk mahasiswa D1, D3, dan D4, dengan 50% teori (di kelas) dan 50% praktik di PLN. Sehingga seluruh lulusannya memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan PLN. Lulusannya diharapkan dapat langsung bekerja di PLN. Tahap awal akan dilakukan oleh STT PLN, dan selanjutnya dengan Politeknik dan Perguruan Tinggi lainnya.

"Dengan rencana tambahan pembangkit 78 ribu MegaWatt dalam 10 tahun ke depan, PLN mulai tahun ini memerlukan tambahan sekitar 5.500 karyawan baru per tahun. Dengan program national capacity building ini, diharapkan TKDN akan meningkat. Dan bisa memenuhi kebutuhan karyawan secara efektif, cepat, dan sesuai kebutuhan," tandas Nicke.

Dalam lawatan ini juga nantinya PLN akan menandatangani kontrak Frame Work Agreement di London untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dibangun tersebar di Indonesia Timur, dengan total kapasitas 100 MW. (Tes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya