Menperin: Industri Kerajinan Berkembang, Regenerasi Perajin Terjaga

20/4/2016 18:05
Menperin: Industri Kerajinan Berkembang, Regenerasi Perajin Terjaga
(ANTARA)

SEMAKIN pesatnya geliat industri kerajinan turut berdampak pada regenerasi perajin di Indonesia. Kerajinan yang merupakan bagian industri kreatif pun bertambah ragam dan corak motif lantaran modifikasi terus berkembang.

"Industri membutuhkan siklus produksi, baik proses, ketersediaan bahan baku maupun pelaku. Nah dengan semakin tumbuhnya industri kerajinan dan pasar domestik serta ekspor yang meluas maka lapangan kerja jadi terbuka. Dari sini, pelan-pelan tapi pasti terjadi regenerasi perajin," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat peresmian pembukaan Jakarta International Handicraft Trade Fair INACRAFT 2016 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (20/4).

Pesatnya industri kecil dan menengah, lanjut dia, berpeluang mengubah posisi seorang perajin mengembangkan usaha sendiri dan merekrut karyawan. Transfer pengetahuan dan keterampilan pun terjadi seiring pasar yang berkembang sehingga produk kerajinan terus mengalami inovasi.

"Kalau kita lihat dari dekat, mereka mempekerjakan saudara, tetangga bahkan merekrut tenaga kerja dari lingkungan yang lebih jauh. Artinya, lapangan kerja tercipta di daerah-daerah dan ekonomi berkembang,” ujarnya.

Kemenperin, melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (Ditjen IKM) juga aktif mendorong kapasitas dan kualitas produk IKM. Antara lain melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), Badan Riset dan Standardisasi Industri, serta pusat pengembangan industri kreatif seperti Bali Creative Industry Center.

Merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, arah kebijakan sektor industri turut menyasar tumbuhnya industri kecil sekitar 20 ribu unit usaha, selain penumbuhan populasi industri dengan menambah sekitar 9 ribu usaha industri berskala besar dan sedang, yang 50% di antaranya tumbuh di luar Jawa.

Kemenperin juga membangun 22 sentra industri kecil dan menengah (Sikim) yang terdiri dari 11 di kawasan timur Indonesia (khususnya Papua, Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur), dan 11 di kawasan barat Indonesia.

Pameran berskala internasional itu dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Turut meresmikan ialah Menperin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno.

Pameran digelar oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) bekerja sama dengan PT Mediatama Binakreasi selama lima hari hingga 24 April.

Secara khusus, Wapres mengatakan pengembangan kerajinan membutuhkan inovasi, kreativitas, dan ketelitian. Jika sebelumnya kerajinan dibuat untuk dipakai dan bagian dari kelengkapan sehari-hari, ke depan produksi kerajinan merupakan aktivitas ekonomi.

"Harapan kita adalah industri kerajinan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan ekspor. Inovasi dan kreasi diperlukan dengan pendekatan berpikir tentang kesukaan atau selera pasar dan bukan hanya memproduksi berdasar kesukaan sendiri," ujar Wapres.

INACRAFT tahun ini diikuti lebih dari 1.400 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eksportir dari 34 provinsi di Indonesia yang menempati 1.333 gerai. Pada pameran kali ini, jumlah peserta individu meningkat hingga 849 stan dan 359 stan dinas, BUMN 117 stan, dan delapan stan peserta luar negeri, yaitu Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India, dan Suriah.

INACRAFT kali ini mengangkat kebudayaan Minangkabau dan mengusung tema 'From Smart Village to Global Market' dimaksudkan untuk memfasilitasi produk-produk kerajinan Indonesia agar dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi serta mengangkat derajat produk kerajinan Indonesia. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya