Daerah Dukung Moratorium Tambang

MI
18/4/2016 09:00
Daerah Dukung Moratorium Tambang
(Danau bekas galian tambang terlihat dari udara di Kalimantan Timur---ANTARA/Wahyu Putro A)

SEJUMLAH daerah mendukung moratorium izin baru tambang dan perkebunan sawit yang diwacanakan Presiden Joko Widodo pekan lalu. "Kita ingin adanya pemberlakukan moratorium itu diharapkan bisa mempermudah dan mempercepat penyelesaian permasalahan di daerah," komentar Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Handoyo J Wibowo, di Sampit, akhir pekan lalu.

Pemerintah daerah diharapkan melaksanakan dan menerapkan aturan pemerintah pusat di lapangan. Selain itu, pemerintah diminta meninjau kembali seluruh perizinan perkebunan sawit dan tambang yang ada di daerah itu yang ia duga banyak melanggar aturan.

Handoyo menilai tepat rencana moratorium itu karena pengoperasian perkebunan sawit dan tambang telah merusak lingkungan dan merugikan sebagian besar masyarakat daerah itu.

Dengan pemberlakukan moratorium perizinan baru, lahan perkebunan sawit dan tambang diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan. "Kita akan awasi nanti apakah pemerintah Kotawaringin Timur melaksanakan aturan itu atau tidak," kata dia.

Di Aceh, Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta pemerintah kabupaten/kota untuk bersabar dalam mengelola sumber daya alam sektor pertambangan yang ada karena Aceh masih dalam posisi moratorium. "Kita masih moratorium pertambangan emas dan bijih besi sampai satu waktu nanti akan kita buka kembali. Bukan untuk menjual bahan mentah, melainkan kita kelola di sini," ucapnya di Meulaboh, Aceh Barat, kemarin.

Zaini menyampaikan, Aceh bukan hanya kaya sumber daya alam mineral dan batu bara (minerba), melainkan juga berpotensi sebagai lumbung padi nasional. Karena itu, posisi saat ini menurutnya ialah mendorong pertanian sebagai strategi utama peningkatan ekonomi rakyat.

Kata dia, hampir semua wilayah Aceh memiliki perkebunan cukup luas sehingga mayoritas masyarakatnya ialah petani kebun.

Kemudian sektor unggulan lain ialah perikanan tangkap yang belum tergarap maksimal. Lebih lanjut dijelaskan, di Aceh Barat terdapat sektor unggulan pertambangan batu bara, emas, bijih besi, serta perkebunan kelapa sawit dan karet.

Semua itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan rakyat di masa depan. "Kita wajib bersabar. Nanti dalam satu waktu kita akan mencoba mengelola kalau ingin mengambil hasil emas itu. Karena itu, kita ambil dengan cara betul, tidak merusak alam."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya