Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4%.
LPS juga memangkas bunga penjaminan simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 25 bps menjadi 6,5%. Kemudian, bunga penjaminan untuk valuta asing pada bank umum sebesar 25 bps menjadi 0,5%.
"Tingkat bunga penjaminan berlaku untuk periode 29 Mei 2021 sampai dengan 29 September 2021," ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers virtual, Jumat (28/5).
Baca juga: BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%
Purbaya menjelaskan kebijakan penurunan tingkat bunga penjaminan LPS berdasarkan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, arah suku bunga simpanan perbankan yang menunjukkan tren penurunan.
Suku bunga simpanan diperkirakan masih melanjutkan tren penurunan, yang ditopang oleh kelonggaran likuiditas perbankan. Kebijakan LPS juga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia, yang masih akan menerapkan kebijakan suku bunga rendah.
"LPS juga mencermati intensitas persaingan suku bunga simpanan, yang cenderung menunjukkan penurunan. Meskipun kecepatan penurunan suku bunga antarbank belum cukup merata," tutur Purbaya.
Baca juga: LPS: Simpanan Masyarakat di Bank Meningkat
LPS turut mempertimbangkan prospek likuiditas perbankan yang tetap stabil dan cenderung longgar, sebagai dampak dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sementara itu, fungsi intermediasi masih lemah, walaupun mulai membaik.
Kinerja pertumbuhan kredit bank umum cenderung masih terkontraks. Pada Maret 2021, tercatta turun 3,77%, lalu di April 2021 mulai membaik, namun trennya masih negatif. “Pertumbuhan DPK berada di level yang tinggi, yaitu 9,50% dan di April 2021 juga meningkat,” pungkasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada indikator rasio simpanan terhadap pinjaman (LDR) perbankan, yang cenderung tetap rendah di level 80,7%. "Faktor ketiga adalah kondisi stabilitas sistem keuangan domestik yang relatif terkendali, di tengah ketidakpastian ekonomi global," tutup Purbaya.(OL-11)
PADA kuartal pertama 2026, pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan kualitas portofolio mengantarkan PT Bank BTPN Syariah Tbk menorehkan kinerja positif.
RUPST SMBC Indonesia menyetujui pembagian dividen tunai 20% dari laba bersih 2025 dan mengangkat Emilya Tjahjadi sebagai Direktur baru.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
DI atas kertas, Indonesia hari ini terlihat kuat. Kita memiliki bantalan fiskal Rp420 triliun, nilai yang tidak hanya besar, tetapi juga menenangkan. Sebanyak Rp120 triliun di Bank Indonesia
Lupa password akun penting? Simak 7 cara praktis mengakses sandi yang tersimpan di HP Android, iPhone, hingga Laptop Windows dan Mac secara aman.
Sidang perkara kredit PT Sritex yang melibatkan mantan pejabat Bank DKI, Babay Farid Wajdi, membahas risiko perbankan dan prosedur mitigasi kredit bermasalah.
LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan kinerja responsif dalam menangani hak nasabah perbankan.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan
Festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
HMJ Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar gelar seminar internasional bertema sinergi pemangku kepentingan untuk memperkuat ekonomi syariah yang tangguh dan berkelanjutan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved