Impor Solar Moratorium, Impor Minyak Mentah Malah Melonjak

Fathia Nurul Haq
15/4/2016 17:27
Impor Solar Moratorium, Impor Minyak Mentah Malah Melonjak
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

PT Pertamina (Persero) mengaku sudah menghentikan sementara impor solarnya menyusul kelebihan stok 140 ribu barel per bulan di tangki milik BUMN energi itu. Kendati demikian, peningkatan kapasitas beberapa tangki disinyalir menyebabkan impor minyak mentah malah melonjak hingga 91,48%.

"Pertamina kelebihan 140 ribu barel perbulan. Jadi sekarang mumpung di tangki saya kelebihan, saya paksa Patra Niaga tidak boleh impor, pasarin ini, saya minta pasarin ke industri," terang Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang dalam peluncuran Dexlite di SPBU Lenteng Agung, Jumat (15/4).

Menurut Bambang, stok itu sudah melebihi dari yang dibutuhkan untuk 28 hari. Karenanya, sejak awal tahun pihaknya meminta Patra Niaga menghentikan impor solar. Adapun perizinan impor yang diajukan Pertamina hanya ditujukan untuk berjaga-jaga jikalau terjadi turn around pada kilang Pertamina.

Disisi lain, penambahan kapasitas kilang pertamina menyebabkan impor minyak mentah melonjak drastis. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan impor minyak mentah nasionak naik 91,48%.

"Kapasitas kilang kita naikin, tetapi produksi dalam negeri tetap. Sekarang gini, dari dulu kita impor crude, kalau produksinya ga naik, kapasitasnya naik, impor dong," jelas Ahmad.

Penambahan kapasitas kilang ini menurutnya sudah diikuti dengan efisiensi kebutuhan minyak mentah, yakni dengan meningkatkan rasio kapasitas terhadap yang cadangan yang diolah. "Tadinya 91, sekarang 94," tutur Ahmad.

Nantinya, untuk menekan impor, Pertamina akan menggiatkan ekspansi offshore. Sehingga impor minyak yang masuk Indonesia diproduksi oleh perusahaan hulu milik Pertamina juga.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya