Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris pada 19-20 April 2016. Salah satu fokus kerja sama yang akan dilakukan oleh kedua negara ialah kerja sama di bidang ekonomi kreatif.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang merupakan anggota delegasi utama pada kunjungan tersebut, menguatkan kerja sama dengan Pemerintah Inggris, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Digital dan British Council Indonesia, untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di kedua negara dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang industri kreatif.
Perjanjian kerja sama dua negara tersebut diselenggarakan untuk membangun kerja sama riil bagi pelaku industri kreatif di Indonesia dan Inggris. Hal ini merupakan kesempatan untuk menciptakan ruang-ruang kreatif baru bagi Indonesia di Inggris, Inggris di Indonesia, dan kolaborasi dua pihak di dunia internasional. Kolaborasi ini selaras dengan ‘Programme of UK-ID 2016-2018’ atau lebih dikenal dengan UK:ID, sebagai bentuk co-branding kedua negara.
Kepala Bekraf Triawan Munaf menyatakan, industri kreatif Indonesia menyimpan potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, industri kreatif juga mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui karya-karya pelaku industri ekonomi kreatif di enam belas subsektor.
Menurut Triawan, tugas Bekraf mengangkat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi kreatif secara signifikan agar dapat menjadi andalan perekenomian Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan mitra-mitra pemerintah Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri yang memiliki visi sama untuk menyediakan kesempatan bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam berkarya dan berniaga.
Triawan mengatakan Bekraf telah melakukan pendukungan bagi para pelaku industri kreatif untuk mendapatkan kesempatan berkarya dan berniaga, tidak saja di pasar dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Sebagai contoh, ia menambahkan, para desainer busana muslimah Indonesia mendapatkan kesempatan untuk tampil di ajang London Fashion Week 2016 di London, Inggris.
Sementara itu, Direktur Kesenian dan Industri Kreatif British Council Indonesia, Adam Pushkin, mengatakan, "Setelah sukses menuai hasil kolaborasi dua negara dalam bidang Sustainable and Ethical Fashion, kami juga telah memulai kolaborasi antara Inggris dan Indonesia di bidang digital culture, dan kami dengan bangga mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya seniman Indonesia akan ambil bagian di Digital Design Weekend yang diadakan di V&A Museum di London pada September 2016."
Kerja sama itu, menurut Adam, dilakukan berlandaskan hubungan kuat yang terus dibangun antara industri kreatif Indonesia dan Inggris, serta berbagai program yang menyajikan kolaborasi kedua negara untuk publik yang lebih luas lagi termasuk melalui digital platform atau penggunaan kreatif dari teknologi digital dan juga film dokumenter. Kerja sama yang dibangun dengan pemerintah Indonesia tidak berhenti pada hal tersebut di atas saja, melainkan juga akan menyentuh enam belas subsektor lainnya yang menjadi kewenangan Bekraf.
Triawan mengakui Inggris merupakan salah satu mitra strategis pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri kreatif. Mereka memiliki Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Digital dengan visi-misi yang sama dengan Bekraf untuk bergerak di ranah ekonomi kreatif. Kerja sama antara dua negara ini perlu dikembangkan sehingga langkah-langkah strategis untuk pengembangan pasar dan perdagangan dapat dilakukan secara sinergis.
Para pelaku ekonomi kreatif mengharapkan Bekraf menghadirkan kerja sama riil dalam bentuk peningkatan pangsa pasar dan volume perdagangan produk barang/jasa ekonomi kreatif antara Indonesia dan Inggris. Hal ini merupakan tantangan, tidak saja bagi Bekraf, tapi juga bagi setiap kementerian dan lembaga terkait untuk merealisasikan berbagai perjanjian kerja sama komersial yang telah dibuat antara kedua negara ini.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan industri kreatif seperti fesyen muslim Indonesia telah berhasil memperoleh pangsa pasar di tingkat global dengan nilai ekspor mencapai US$15,39 miliar atau sekitar 30% di antaranya busana muslim atau US$4,57 milar pada 2015. (RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved