Indonesia Bisa Jadi Pusat Perekonomian Dunia

Fathia Nurul Haq
08/4/2016 21:24
Indonesia Bisa Jadi Pusat Perekonomian Dunia
()

PEMERINTAH menggalang sinergi tiga lembaga penguasa pasar keuangan, yakni Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan. Tujuannya agar pasar keuangaan nasional menjadi dalam dan taha gejolak.

Langkah ini diyakini bisa membawa Indonesia menjadi salah satu pusat perekonomian dunia. "Kita ingin kejar pasar keuangan Indonesia dibanding beberapa negara yang setara di Asia. Kami harap Indonesia jadi pusat pasar keuangan dunia seperi Singpura dan Hong Kong. Menjadikan pasar keuangan Indonesia memiliki ketahanan hadapi gejolak," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di kompleks Kementerian Keuangan, Jumat (8/4).

Agus optimistis impian ini dapat terwujud jika pasar keuangan nasional cukup dalam meredam gejolak. Ia menginginkan adanya pasar keuangan yang mendukung ketersediaan dana yang efisien dan berkesinambungan membiayai perekonomian dan lebih terdiversifikasi. "Karena selama ini lebih andalkan perbankan bahkan sampai 72%," kata Agus.

Saat ini menurut Agus pasar yang dalam masih jauh dari harapan bersama. Ia mengurai transaksi pasar di pasar valuta asing, misalkan saja, baru mencapai US$4 miliar-US$5 miliar dan didominasi oleh transaksi spot tunai.

"Masih jauh di bawah Thailand USD 11 miliar dan Malaysia USD 13 miliar, (masing-masing merupakan angka transaksi harian)," papar Agus.

Hal serupa juga terjadi di pasar obligasi yang rasionya baru 2%. Malaysia dan Thailand sudah jauh di depan dengan rasio obligasi masing-masing 57% dan 23%. Hal inilah yang mendorong sinkeonisasi tiga lembaga menjadi penting.

"Segmen pasar yang saling terkait satu dama lain yakni pasar valas, pasar saham , dan obligasi tapi masing-masing itu dibawah yurisdiksi otoritas yang berbeda. Jadi tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu otoritas lembaga maka makin mendesak koordinasi," tukasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya