Harga Minyak Turun, Presiden Petrochina Jamin tidak Ada PHK

Solmi
05/4/2016 20:55
Harga Minyak Turun, Presiden Petrochina Jamin tidak Ada PHK
(Ilustrasi)

PRESIDEN perusahaan minyak dan gas Petrochina International Jabung Limited, Gong Bencai, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen berinvestasi di Indonesia dan menjamin tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan di tahun 2016 ini kendati melakukan efsiensi besar-besaran akibat turunnya harga minyak dunia.

"Di tengah harga minyak dunia yang terus turun, Petrochina terpaksa melakukan berbagai efisiensi. Meski demikian, kami tetapkan bahwa tidak akan terjadi PHK. Kami siap bekerja sama dan patuh dengan peraturan ketenagakerjaan di Indonesia, dalam memberi manfaat kepada segenap staf dan karyawan kami," ungkap Gong dalam Bahasa Indonesia yang terbata-bata di hadapan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri dan Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli yang berkunjung ke Camp Petrochina, di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Senin (4/4) sore.

Tidak hanya itu, sambung Vice President Human Resources and Services Petrochina Jabung Ltd Maryke PY Pulunggono, perusahaan tambang minyak dan gas asal negeri Tirai Bambu tersebut juga menyatakan akan emberikan bonus kerja untuk tahun 2015, kenaikan gaji berkala dan tunjangan hari raya (THR) kepada 444 karyawannya di lapangan Jabung.

"Untuk bonus pekerja tetap ada, akan dicairkan dalam waktu dekat. Sedangkan kenaikan gaji berkala, tetap ada, masih dibicarakan dan April bisa diwujudkan. Seperti ditegaskan Pak Gong, memang tidak akan ada PHK di Petrochina. Namun, itu tidak berlaku bagi karyawan yang terbukti melanggar aturan. Tetap kita berhentikan," kata Maryke.

Akibat turunnya harga minyak dunia, Petrochina pada tahun ini terpaksa menyetop semua kegiatan pelatihan untuk karyawan ke luar negeri. Begitu juga, kegiatan training ke luar kota juga dibatasi. Selain itu, untuk mengirit biaya pengeluaran, tahun 2016 juga meniadakan kegiatan gathering karyawan dan keluarga.

"Kalau berkaitan dengan sertifikasi, sesuai peraturan kami akan laksanakan, walaupun ke luar negeri sekali pun," jelas Maryke.

Petrochina memulai investasinya di Blok Jabung Jambi pada 2002, dengan mengambil alih kontrak dari Devon Energy. Kontrak kerjanya akan berakhir pada 2023. Di bawah pengawasan dan kendali SKK Migas, Petrochina berkonsorsium dengan Petronas Carigali, PP Oil & Gas merupakan kontraktor kerja sama (KKS) yang beraktivitas melakukan eksplorasi dan memproduksi minyak dan gas di beberapa ladang minyak di wilayah Provinsi Jambi, yakni di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, Kabupaten Muarojambi dan menjadi operator Blok Bangko Jambi.

Selain itu, Petrochina juga terlibat kepentingan di Kepala Burung PSC dan JOB Salawati Island di Sorong, serta di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan Pertamina.

Jumlah tenaga kerja Petrochina Coorporate di Indonesia saat ini 2.415 orang, yang separuhnya merupakan tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan pihak ketiga. Khusus untuk Blok Jabung, karyawan Petrochina saat ini tercatat 444 orang, meningkat dari 2011 yang berjumlah 309 orang.

Menariknya, menurut Maryke, berkat transfer knowledge jumlah tenaga asing di Blok Jabung yang sebelumnya 24 orang, kini hanya bersisa tiga. "Sebagian besar pekerjaan berkat transfer knowledge sudah bisa dikerjakan tenaga kerja kita," kata Maryke.

Sementara itu, Menakertrans Hanif Dhakiri mengingatkan, di balik pernyataan bagus yang disampaikan, Petrochina hendaknya terus meningkatkan dialog sosial dengan para pekerja. Hal itu menjadi penting untuk menemukan solusi jika terjadi permasalahan kepentingan antara tenaga kerja dan pihak perusahaan.

"Dan penting juga, saya titip kepada Petrochina untuk mengawasi tenaga kerja yang dipekerjakan pihak ketiga. Jangan sampai ada yang tidak jelas hubungan kerjanya. Jika terjadi sesuatu masalah orang tahunya dengan Petrochina," kata Hanif. (SL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya