Blok Masela Butuh SDM Berkualitas

Puput Mutiara
05/4/2016 19:12
Blok Masela Butuh SDM Berkualitas
()

KEPUTUSAN pemerintah untuk menjalankan rencana pembangunan dan pengoperasian Blok Masela di Maluku berimbas pada persoalan ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Diperkirakan, kebutuhan tenaga ahli dan terampil khususnya di bidang teknik bisa mencapai ribuan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyiapkan SDM yang kompeten.

"Untuk ilmu sosial semua ada dan tidak masalah. Kalau ini (teknik) terpenuhi, kita baru bisa memanfaatkan peluang yang sangat besar pada proyek Blok Masela," ujar Menristek Dikti M Nasir dalam jumpa persnya di Jakarta, Selasa (5/4).

Untuk tahap awal, jelasnya, pendidikan akan dilaksanakan bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar Maluku seperti Institut Teknologi Bandung (ITB). Terutama untuk penyediaan dosen dan laboratorium.

Selain memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh institusi pendidikan lain, lanjut Nasir, tempat praktikum bisa dilakukan di fasilitas pelatihan industri. Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon saat ini bekerja sama dengan STEM-Akamigas Cepu untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang minyak dan gas.

"Kami harapkan tenaga ahli yang dihasilkan nantinya berupa tenaga ahli akademik, vokasi (yang paling utama), dan tenaga ahli insinyur profesional," ungkapnya.

Sesuai rapat terbatas Presiden bersama dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta beberapa pihak terkait, Blok Masela baru akan dimulai tahun 2021. Rencananya, tahun 2017-2018 masih pada tahap cetak biru (grand design).

Ketua Umum PII Hermanto Dardak menuturkan, saat ini jumlah insinyur di Indonesia sekitar 50 ribuan. Dari jumlah tersebut yang sudah mendapatkan sertifikat dengan pengakuan Asean dan Apec lebih dari 9 ribu insinyur.

"Dengan SDM yang kita miliki sebetulnya saya yakin kita siap," cetus dia.

Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pattimura Martinus J Saptenno memastikan pihaknya mampu menyiapkan SDM sesuai target yang dibutuhkan. Untuk itu, pada Juni 2016 dibuka penerimaan mahasiswa baru untuk beberapa jurusan teknik.

"Penerimaannya tidak lewat SNMPTN atau SBMPTN, jadi memang khusus. Kami maksudkan agar target keterlibatan masyarakat Maluku tercapai secara signifikan," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya