Formal Likuidasi Petral Telah Rampung

Tesa Oktiana Surbakti
04/4/2016 19:52
Formal Likuidasi Petral Telah Rampung
(Antara/Sigid Kurniawan)

DIREKTUR Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengungkapkan formal likuidasi Petral Group yang terdiri dari Zambesi, Petral Energy Services Pte. Ltd (PES) dan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), telah rampung pada Februari 2016. Jauh lebih cepat dibandingkan target sebelumnya, yakni Juni 2016.

Sebelumnya perseroan telah resmi membubarkan anak usahanya pada 13 Mei 2015 lalu. Dwi menjelaskan untuk entitas yang berdomisili di Hong Kong seperti Petral dan Zambesi, proses likuidasi sudah dalam tahap tax filling, sehingga hanya menanti tax clearance dari tax authority di Hong Kong.

Nantinya ketika proses tersebut rampung, kedua perusahaan akan disolved (entitas sudah tidak ada). Sedangkan entitas yang berada di Singapura, Petral Energy Services Pte. Ltd (PES), likuidator disebutnya tengah melakukan proses penagihan piutang PES dari pihak ketiga di mana keputusan akhir terkait penagihan piutang akan dikonsultasikan ke Kementerian BUMN.

“Setelah proses tax clearance dari tax authority Hong Kong, Zambesi dan Petral akan dissolved dan proyeksi kami hal tersebut dapat tuntas pada pertengahan tahun ini. Untuk PES sendiri di bawah kontrol llkuidator akan terlebih dahulu menuntaskan masalah utang piutang dan akan menyusul disolved,” ucap Dwi saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Senin (4/4).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan pembubaran Petral Group merupakan rekomendasi dari dewan komisaris dan direksi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). “Pada keputusan tersebut, kita diberi waktu sampai April 2016 untuk menuntaskan segala isu yang ada,” imbuh dia.

Terhitung sejak keluarnya putusan pembubaran Petral Group pada Mei 2015 lalu, pihaknya gencar melakukan uji kelayakan (due diligence) finansial, dengan dibantu konsultan independen. Berikut audit forensik oleh Kordamentha yang telah rampung pada Oktober 2015 lalu. Proses pembelian yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Petral pun telah dialihkan ke Integrated Supply Chain (ISC).

“Dari proses likuidasi sendiri, satu kapal dari Zambesi sekarang sudah dikelola Pertamina. Aset-aset lain akan menyusul. Pokoknya Grup Petral sudah masuk likuidasi semua, dari likuidator memastikan semua kebijakan dan tanggung jawab harus diselesaikan,” imbuh Arief. Adapun total aset Petral Group yang sudah audited berkisar US$ 200 juta, mayoritas merupakan aset jangka pendek. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya