13 Juni, Gerbang Tol akan Terintegrasi

Dero Iqbal Mahendra
01/4/2016 18:35
13 Juni, Gerbang Tol akan Terintegrasi
(MI/Abdus syukur)

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pada 13 Juni 2016 nanti pihaknya akan melakukan uji coba dalam mengintegrasikan sistem pembayaran tarif tol. Hal itu dilakukan guna mengurangi kemacetan terutama pada setiap libur panjang.

"Ternyata tidak sederhana, tetapi secara teknis bisa dilakukan dan 13 Juni kita rencanakan sudah oke. Jika uji coba oke, maka langsung bablas," terang Basuki saat ditemui seusai salat Jumat di Jakarta, Jumat (1/4).

Dalam rapat koordinasi terakhir dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) diputuskan bahwa pengintegrasian pembayaran jalan tol tersebut akan dibuat berdasarkan cluster-cluster. Sebab, tidak bisa masuk dari Merak ke Surabaya dengan masuk sekali dan hanya bayar sekali.

Nantinya, kata Basuki, cluster pertama yaitu ruas Tol Jakarta-Cikampek-Palimanan dan Jakarta-Cikampek-Purbalenyi. Ketika masuk di Cikarang misalnya, pembayarannya baru akan di Palimanan atau di Bandung sehingga tidak ada pintu tol lagi di antara ruas tersebut.

Adapun untuk cluster kedua ialah ruas Tol Palimanan sampai ke Brebes Timur atau Pejagan. Menurutnya, kedua cluster itu akan menjadi pilot project berdasarkan kesepakatan bersama. "Mekanismenya kita integrasikan, dari sistemnya, SOP (standar operasional prosedur)-nya," terang Basuki.

Untuk integrasi perangkat lunaknya, menurut Basuki, hal itu tidak akan menjadi permasalahan, karena seperti perbankan Mandiri, BCA, dan lainnya sudah dapat diintegrasikan. Sedangkan untuk sistem tol yang terbuka dan tertutup, serta SOP kehilangan kartu juga akan diberikan treatment yang sama.

“Kebetulan yang Cikarang-Cikopo-Bandung sistemnya tertutup sehingga tidak sulit untuk diintegrasikan, sedangkan dari Palimanan ke Brebes semua open, itu akan kita rekayasa agar satu cluster,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan, pembayaran jalan tol diintegrasikan untuk mengurangi kemacetan karena berdasarkan pengalaman pada libur Natal dan Tahun Baru lalu terjadi kemacetan yang sangat parah. Bahkan, libur panjang saat Paskah kemarin juga macet. Basuki berpandangan, salah satu penyebab kemacetan tersebut amat mungkin lantaran ada barrier pembayaran kelas-kelas tol yang dioperasikan BUJT. (Dro/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya