Inflasi Maret Terkendali Sejak 5 Tahun Terakhir

Irene Harty
01/4/2016 13:13
Inflasi Maret Terkendali Sejak 5 Tahun Terakhir
(Bawang merah memiliki andil 0,16% untuk inflasi--ANTARA/Aditya Pradana Putra)

BADAN Pusat Statistik mengumumkan inflasi Maret 2016 mencapai 0,19% month to month (mtm), 0,62% year to date (ytd), dan 4,45% year on year (yoy). Inflasi inti tercatat mencapai 0,21% mtm dan 3,5% yoy.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) ada 58 kota inflasi dan 24 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Bukti Tinggi yakni 1,18% diikuti Tangerang, Yogyakarta, Malang, dan Singkawang 0,02% sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 1,22%.

Menurut Kepala BPS, Suryamin, inflasi pada Maret itu tergolong terkendali sejak lima tahun terakhir. "Walaupun dalam lima tahun ada yng lebih rendah dan tinggi. 2011 deflasi 0,32%, 2012 inflasi 0,07%, 2013 0,63%, 2014 0,08%, dan 2015 0,17%," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/4).

Terkendalinya inflasi setiap tahun pada Maret itu juga karena besarannya di bawah 1%. Hanya 57 kota yang sedikit mendekati besaran 1%. "Bawang merah dengan perubahan harga 31,99% memiliki andil 0,16% dan bobotnya enggak banyak karena hujan banyak yang gagal panen sentra produksinya terhambat, bobotnya 0,66%," lanjut Suryamin. Inflasi di 74 kota IHK dan tertinggi di Tegal 86% dan Kudus 71%.

Penyebab inflasi kedua cabai merah dengan perubahan harga 20,37%, andil 0,13%, dan bobot 0,69%. Inflasi twrjadi di 75 kota IHK, tertinggi di Tanjung 84% dan Manokwari 78%.

Sementara untuk cabai rawit sebagai penyebab berikutnya mendapat perubahan harga 31,52%, andil 0,05%, dan bobot 1,29%. Inflasi tertinggi di Sumenep yakni 145% dan Kediri 134% dari 73 kota IHK.

Emas dan perhiasan juga turut mwnjadi penyebab inflasi dengan perubahan harga 2,46%, andil 0,03%, dan bobot 1,22% karena mengikuti pergerakan harga emas internasional. Inflasi terjadi di 69 kpta IHK dengan tertinggi di Bau-bau dan Manado yakni 8% diikuti Banyuwangi 6%.

Penyebab terakhir adalah bawang putih yang mengalami perubahan harga 8,46%, andil 0,02%, dan bobot 0,29% karena pasokan tidak banyak. Inflasi terjadi di 80 kota IHK dengan tertinggi di Pangkal Pinang 28% dan Bulukumba 22%.

Berdasarkan kelompok pengeluaram, bahan makanan mengalami inflasi 0,69% pada Maret 2016. Begitu pula dengan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,36%, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar deflasi 0,07%, sandang inflasi 0,55% terutama didorong oleh harga perhiasan, kesehatan inflasi 0,3%, pendidikan, rekreasi, dan olahraga inflasi 0,03%, tapi transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,02%. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya