Jokowi Pastikan Selalu Awasi Pembangunan Infrastruktur

Astri Novaria
30/3/2016 15:45
Jokowi Pastikan Selalu Awasi Pembangunan Infrastruktur
(Antara/Yudhi Mahatma)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) terus mengembangkan kawasan industri di beberapa titik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendukung pembangunan kawasan industri tersebut, Presiden juga meminta pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, jalur kereta api, pelabuhan, dan bandara dilakukan sehingga investor ingin menanamkan modalnya di kawasan industri.

"Mana ada investor masuk ke kawasan industri tanpa ada sarana dan prasarana yang mendukung?" ujar Jokowi di acara Dialog Publik 'Membangun Ekonomi yang Berdaya Saing' di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/3).

Presiden menegaskan untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur terutama di luar Jawa. Untuk mengawal pembangunan tersebut, dia pun mengaku terus melakukan inspeksi mendadak ke setiap proyek yang ada. Untuk satu proyek, Jokowi bisa mengunjungi hingga lebih dari 6 kali. Ia juga meminta kepada setiap kementerian atau lembaga yang menaungi pembangunan infrastruktur itu selalu memberikan perkembangan.

"Tol Trans-Sumatra, sudah cek 6 kali. Kadang ada yang 'mbatin' saya, 'Ini Presiden kurang urusan apa gimana?'. Saya ingin memberikan semangat, ingin kontrol bahwa apa yang sudah kita targetkan itu berjalan. Kalau kita ke bawah kita akan ngerti problemnya apa. Pasti saat saya berjalan itu, ada yang bisikin pada saat groundbreaking pertama, 'Pak, jangan hanya groundbreaking, dulu sudah pernah 35 tahun tapi tidak pernah dibangun'," papar Jokowi.

Dari situ, ia pun berharap pembangunan tidak terhenti begitu saja. Presiden Jokowi langsung meminta kepada Badan Usaha Milik Negara yang melaksanakan pembangunan untuk terus melaporkan perkembangan proyek.

"Setiap proyek yang besar, sedang maupun kecil, saya pastikan akan saya cek. Saya pastikan itu supaya orang ngerti bahwa orang bekerja itu diawasi dan dikontrol. Kalau saya datang, misalnya lima kali, saya pastikan menterinya minimal datang 10 kali, dirjennya pasti 20 kali, itu dipastikan. Memang harus seperti itu kerja harus diberi target," ungkapnya. (Nov/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya