Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Oktober 2020 surplus sebesar US$ 3,61 miliar, dibandingkan surplus neraca perdagangan barang September 2020 yang sebesar US$ 2,39 miliar.
"Surplus neraca dagang ini meningkat besar karena terjadi penurunan dalam pada impor di bulan Oktober 2020," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto, dalam konferensi pers virtual BPS, Senin (16/11).
Penurunan impor yang dalam terbesar adalah non migas untuk golongan barang utama, yaitu impor mesin dan elektrik yang -11,9% dari US$1.688,9 juta pada September 2020, menjadi US$ 1.488 juta pada Oktober dan dari sisi volume -38,72% dari 117,7 ribu ton menjadi 72,1 ribu ton.
Kemudian komoditas impor selanjutnya serealia -12,83% dari US$273,9 juta pada September 2020 menjadi US$238,8 juta pada Oktober ini. Dari sisi volume, serealia juga -17,47% dari 1.148,8 ribu ton menjadi hanya 948,1 ribu ton.
Menurut jenis barang, pembentuk surplusnya neraca perdagangan barang Oktober 2020 berasal dari peningkatan migas US$ -450,1 juta, utamanya untuk minyak mentah dan hasil minyak terjadi defisit sebesar US$ -131,2 juta, hasil minyak US$ -543,2 juta. Namun untuk neraca perdagangan gas, terjadi surplus US$ 224,3 juta.
Untuk non migas, terjadi surplus cukup besar pada Oktober, yaitu US$ 4,06 miliar. "Sehingga secara keseluruhan kita masih surplus US$ 3,61 miliar," kata Setianto.
Untuk neraca perdagangan non migas, negara terbesar penyumbang surplus, berasal dari AS dimana neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 1,03 miliar, disusul dengan Filipina, Indonesia surplus US$ 570,8 juta), dengan India Indonesia surplus US$ 546,1 juta.
Sepanjang Januari-Oktober 2020, neraca perdagangan barang Indonesia masih surplus US$ 17,07 miliar. Sementara bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang defisit yaitu US$ -2,12 miliar.
"Meskipun secara keseluruhan 1 tahun Januari-Desember 2019, Neraca perdagangan masih defisit sebesar US$ -3,59 miliar. Bila dibandingkan Januari-Oktober 2018 (US$ -5,57 miliar) dan 2019 (US$ -2,12 miliar), maka di 2020 ini mengalami peningkatan atau surplus dibandingkan dua tahun sebelumnya yang mengalami defisit," kata Setianto. (E-1)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
Pada 2025, kerangka LCT telah diimplementasikan dengan enam mitra utama yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai penutupan atau tersendatnya lalu lintas di Selat Hormuz merupakan guncangan yang cepat menular ke rantai pasok petrokimia global.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Kapasitas produksi pipa stainless steel maksimal bisa mencapai hingga 1.100 ton per tahun.
Airlangga Hartarto menegaskan Amerika Serikat penyumbang surplus perdagangan tertinggi, sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia.
Pogram Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor besutan Kementerian Perdagangan menunjukkan hasil menggembirakan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan forum investasi Indonesia-Tiongkok di Beijing menjadi momentum strategis untuk mendorong pelaku usaha nasional.
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Indonesia bidik pasar Jepang untuk ekspor pelet EFB dan cangkang sawit. Dengan potensi setara 38.760 MW, biomassa sawit jadi andalan baru devisa negara di 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved