Putusan Blok Masela Tak Terkait Gaduh di Kabinet

Rudy Polycarpus
23/3/2016 18:44
Putusan Blok Masela Tak Terkait Gaduh di Kabinet
(MI/Panca Syurkani)

KEPUTUSAN Presiden Joko Widodo terkait skema pengembangan Blok Masela sama sekali tidak terkait dengan 'kegaduhan' di dalam kabinet. Keputusan memilih skema onshore liquified natural gas (OLNG) untuk Blok Masela diambil dengan pertimbangan yang matang.

"Tak ada hubunhan dengan gaduh menggaduh. Putusan ini sudah matang dipikirkan Presiden dengan berbagai pertimbangan. Tak hanya berkaitan pendapatan negara saja, tapi bagaimana bisa bermanfaat bagi pengembangan Indonesia Timur," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, Rabu (23/3).

Sebelumnya, perdebatan skema yang akan dipakai pemerintah untuk mengelola Blok Masela memunculkan konflik antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Sudirman Said menyokong skema offshore. Sedangkan Rizal Ramli berpegang bahwa pengelolaan dengan skema onshore adalah yang terbaik.

Jokowi sendiri mengumumkan keputusan soal Blok Masela di Bandar Udara Supadio, Kalimantan Barat. Dalam pernyataannya, Presiden menyebut dua pertimbangan yang mendasari keputusan memilih skema onshore.

Pertama, pemerintah ingin perekonomian daerah dan perekonomian nasional bisa terimbas dari adanya pembangunan proyek Blok Masela. Kedua, dengan proyek ini wilayah sekitar regional Maluku juga bisa ikut berkembang pembangunannya.

"Ini proyek jangka panjang, tidak hanya setahun dua tahun, tidak hanya sepuluh tahun, lima belas tahun, tapi proyek yang sangat panjang yang menyangkut ratusan triliun rupiah," tandas Presiden. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya