Kereta Logistik Pelabuhan Priok-Cikarang Siap Operasi

Gabriela Jessica Restiana Sihite
18/3/2016 23:20
Kereta Logistik Pelabuhan Priok-Cikarang Siap Operasi
(ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

KETUA Satuan Tugas (Satgas) Dwelling Time Agung Kuswandono mengatakan, kereta api logistik Pelabuhan Tanjung Priok sudah siap dioperasikan. Kereta api dengan tujuan Cikarang Dry Port (CDP) itu sudah diuji coba dan sudah dipastikan layak beroperasi.

Namun, menurut dia, masih ada kendala admnistrasi yang membuat kereta api logistik itu belum bisa dioperasikan secara komersial. Kereta api itu belum menjadi bagian dari PT Jakarta International Container Terminal (JICT), padahal kereta itu masuk ke wilayahnya.

"Kereta ini belum jadi bagian dalam administrasi dari TPS (tempat penimbunan sementara) JICT. Kalau tidak masuk ke JICT, akan muncul dua pembukuan. Dua dokumen yang mesti diurus. Jadi bukan mempercepat dwelling time, malah memperlama," tukas Agung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/3).

Menurut dia, kereta api logistik tersebut harus masuk bagian JICT atau dengan kata lain JICT akan menjadi penanggung jawab kereta api logistik Priok-CDP. Karena itu, perlu ada kesepakatan terlebih dahulu antara PT Kereta Api Logistik dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pasalnya, wilayah bagian yang dilalui kereta api tersebut menyimpan aset KA Log dan Kementerian PU Pera.

"Makanya kita juga akan bahas ini dengan PU supaya jadi bagian dari JICT. Ini juga akan bahas dengan Bea dan Cukai untuk regulasinya," tutur Agung.

Meski demikian, ia menargetkan kereta api logistik tersebut sudah bisa dijalankan secara komersial pada bulan ini. Dalam seminggu-dua minggu dia menilai urusan administrasi tersebut sudah bisa kelar. Rencananya, kereta itu bisa membawa 540 kontainer dalam sekali jalan ke CDP. Kereta api logistik itu pun dinilai bisa semakin mengurangi waktu tunggu barang (dwelling time) yang saat ini diklaim sudah mencapai 3,6 hari.

"Kita upayakan Maret ini sudah bisa bawa kontainer karena Presiden minta dwelling time bisa 2-3 hari dan saat ini sudah 3,6 hari," imbuhnya. (Jes/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya