Nuklir Masih Opsi Terakhir bagi Energi Nasional

Rivi
18/3/2016 21:54
Nuklir Masih Opsi Terakhir bagi Energi Nasional
(MI/SUSANTO)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) memungkinkan adanya pembuatan peta jalan (roadmap) terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk jadi energi baru dan terbarukan (EBT) pada 2025.

Namun, diakui Menteri ESDM yang juga Ketua Harian DEN Sudirman Said, penggunaan nuklir masih akan menjadi pilihan terakhir ketimbang EBT jenis lainnya seperti air, surya, angin, dan panas bumi.

“Persiapan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan energi pembangkit listrik pada 2025 mendatang. Namun, sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi nuklir memang menjadi pilihan terakhir yang digunakan bila target bauran energi tidak cukup,” ungkap Sudirman di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (18/3).

Pembuatan roadmap pembangunan PLTN masih dimungkinkan guna mendorong penguasaan teknologi dan kerja sama internasional dapat terjadi. “Kami akan dorong terus penguasaan supaya kita tetap tidak tertinggal,” ungkap Sudirman.

Adapun target bauran energi (mix energy) pada 2025 ialah 23% untuk EBT, 25% minyak bumi, 30% batu bara, dan 22% gas bumi.

Sementara itu, anggota DEN Sonny Keraf juga menyampaikan meski nuklir menjadi opsi terakhir bukan berarti Indonesia menolak adanya perkembangan teknologi tentang nuklir.

"KEN juga memberi ruang bagi nuklir sebagai pilihan terakhir. Untuk itu di dalam RUEN (Rancangan Umum Energi Nasional), ada roadmap untuk pengembangan atau pengimplementasian PLTN sebagai pilihan terakhir," papar Sonny. (*/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya