Dicari,Permodalan Nonbank untuk Industri Kreatif Tanah Air

Irene Harty
17/3/2016 10:45
Dicari,Permodalan Nonbank untuk Industri Kreatif Tanah Air
(ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

KONTRIBUSI industri kreatif yang mencapai 7% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2014 diharapkan meningkat jadi 12% selama lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, industri kreatif masih dirundung masalah akses permodalan.

Menurut Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo, industri kreatif yang bisa berkembang saat ini hanya yang sifatnya nyata (tangible) seperti industri fesyen, kerajinan, dan kuliner.

Sementara itu, yang bersifat tidak nyata (intangible) seperti industri film, musik, dan aplikasi digital yang memiliki potensi besar di masa depan belum mampu berkembang.

"Karena salah satu masalahnya ialah akses permodalan. Industri kreatif yang asetnya intangible atau dari daya cipta enggak bisa didapat dari perbankan," katanya di Jakarta, Selasa (15/3).

Selain aturan perbankan yang sangat ketat, pembiayaan dari perbankan tergolong jangka pendek, yaitu tiga tahun dengan pembayaran cicilan setiap bulan.

Kondisi itu memberatkan industri kecil kreatif karena berdasarkan data Bekraf, 73% pinjaman perbankan memerlukan jaminan tanah dan bangunan. Hanya 27% perbankan yang menerima movable property. Pembiayaan jangka panjang hanya bisa didapat dari pasar modal yang belum bisa dimasuki industri kecil menengah.

Di sisi lain, Bekraf juga sedang mengupayakan film-film nasional bukan hanya ditangani Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai produk budaya, melainkan juga sebagai produk ekonomi oleh Bekraf. Hal itu disebabkan industri film memiliki nilai ekonomi yang dapat berdampak pada pergerakan ekonomi nasional.(Ire/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya