Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERTUNDA-TUNDANYA keputusan pemerintah soal proyek infrastruktur gas di Blok Masela, Laut Arafura, Maluku, membuat dua kontraktor kontrak kerja sama (K3S) proyek tersebut harus melakukan efisiensi. Inpex Corporation dan Shell memutuskan menarik personel mereka dari Indonesia.
Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi saat konferensi pers di kantornya, Rabu (16/3) malam.
“Karena sampai dengan 10 Maret belum ada keputusan dari revisi PoD (rencana pengembangan lapangan) Blok Masela yang sudah diajukan awal September tahun lalu, Inpex dan Shell memutuskan downsizing personel di Indonesia,” ungkap Amien di kantornya, Jakarta, Rabu (16/3).
Inpex, kata dia, akan menarik 60% personel mereka dari total 350-400 orang. Pun, CEO of Shell sudah meminta para insinyurnya untuk mencari pekerjaan baru. Amien menyebut insinyur yang dimiliki Shell untuk menggarap Blok Masela berjumlah 43 orang. Insinyur dari Belanda sebanyak 25 orang, Malaysia 9, dan Jakarta 9. "Kami khawatir ini akan menimbulkan lay-off," cetus Amien.
Lambannya tindakan pemerintah juga menimbulkan kemunduran keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) Blok Masela. Awalnya FID bisa diputuskan pada akhir 2018, tapi Inpex dan Shell memundurkan target waktu menjadi akhir 2020.
Amien menyebut bila akhir Februari lalu keputusan revisi PoD diambil, Inpex masih sanggup memutuskan FID pada akhir 2018. Namun, perusahaan asal Jepang itu akhirnya menyerah ketika hingga 10 Maret revisi PoD belum diputuskan.
Kini, SKK Migas memperkirakan proyek tersebut baru bisa berproduksi paling cepat pada 2026, molor dua tahun dari target produksi 2024. Itu pun jika yang diputuskan skema offshore (laut).
Saat dihubungi melalui telepon untuk dimintai tanggapan, Kapuskom Kementerian ESDM Sudjatmiko hanya berkomentar singkat. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah sekarang bertujuan membuka peluang bagi investor sebesar-besarnya.
Dirjen Migas ESDM IGN Wiratmaja Puja menyatakan pemerintah tetap berupaya yang terbaik untuk menahan gelombang PHK di sektor migas. (Jes/Tes/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved