Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYISIRAN yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap rumah-rumah yang layak menerima subsidi listrik dengan daya 900 VA menguak fakta kurang sedap. Dari 4,1 juta rumah tangga yang diverifikasi, terdapat berbagai ketidaksesuaian yang berpotensi menyebabkan subsidi listrik salah sasaran.
Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menyebut kekurangsesuaian itu ialah alamat yang tidak sesuai sebanyak 194.320 rumah tangga, daya tidak sesuai sebanyak 754.015 rumah tangga, dan nomor induk kependudukan yang tidak sesuai sebanyak 123.156 rumah tangga.
Meski demikian, Benny mengatakan keputusan bakal diapakan data yang tidak sesuai itu berada di tangan pemerintah, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Entah nantinya kita disuruh tetap menyubsidi karena ukuran rumah sesuai atau cabut subsidinya karena yang tinggal di situ dan yang mendapat subsidi sudah tidak tinggal di situ lagi. Itu keputusan pemerintah," ujar Benny saat konferensi pers di kantor pusat PLN, Jakarta, kemarin (Rabu, 16/3).
Hasil penyisiran data tersebut akan diserahkan PLN kepada Kementerian ESDM pada pekan ini. Setelah itu, imbuh Benny, keputusan apa pun yang menyangkut subsidi listrik berada di tangan pemerintah.
"Minggu ini lah kita kasih data dan laporan ke pemerintah. Tinggal keputusannya, kapan diterapkan subsidi tepat sasaran. Itu (wewenang) pemerintah," tukasnya.
Benny menjelaskan sejatinya jumlah pelanggan PLN berdaya 900 VA sebanyak 22 juta rumah tangga. Namun, menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) hanya 4,1 juta rumah tangga yang berhak mendapat subsidi. Sisanya atau 17,9 juta rumah tangga harus bermigrasi ke daya listrik 1.300 VA.
Saat dimintai tanggapannya, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman menuturkan pihaknya baru akan mengambil langkah terkait ketidaksesuaian data penerima subsidi listrik itu setelah mengecek silang kembali data temuan PLN. "Kita akan verifikasi setelah mendapat laporan dari PLN," ucapnya melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, kemarin.
Diskon UKM
Pada bagian lain, demi mendukung industri kecil dan menengah (UKM) dapat berdaya dan berkembang menjadi usaha menengah dan besar, PLN memberikan diskon harga listrik kepada industri dan bisnis UKM. Diskon sebesar 20% hingga Desember 2016 itu dikhususkan untuk tambah daya dan sambungan baru dengan kisaran daya menjadi 100-200 KVA.
Menurut Benny, usaha-usaha yang menggunakan daya listrik sebesar itu kebanyakan merupakan industri pengolahan ikan, gudang penyimpanan makanan, dan pabrik-pabrik pengolahan skala kecil lainnya."Kita harap industri dan bisnis bisa memanfaatkan ini untuk semakin mengembangkan usaha kecil menengah," imbuh dia.
Dari sisi PLN, dengan diskon itu, mereka menargetkan pertumbuhan penjualan listrik dari kelompok industri dan bisnis UKM (I2) menjadi 20%-25% pada tahun ini.Normalnya, pertumbuhan penjualan listrik kelompok tersebut hanya 8%-10%.(Tes/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved