Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH berstatus pelajar, tapi sudah menjadi pimpinan dan direksi sebuah perusahaan. Itu hanya bisa dilakukan bila mereka mendirikan perusahaan sendiri dengan produk-produk yang dihasilkan sesuai dengan bidang kompetensi.
Titer-miti, We.Co, dan Nexus ialah contoh perusahaan yang didirikan sejumlah pelajar SMK. Ketiga perusahaan itu memiliki jajaran direksi serta presiden direktur yang masih bersetatus pelajar SMK. Ketiganya merintis usaha dengan bidang masing-masing.
Titermiti misalnya, merupakan perusahaan yang dirintis pelajar SMK jurusan farmasi yang menghasilkan produk Cebera, pembasmi rayap ramah lingkungan dari buah bintaro.
We.Co diinisiasi oleh pelajar SMK jurusan pariwisata dengan produk yang mereka hasilkan tak jauh-jauh dari keseharian mereka sebagai pelajar, yakni pencil case multifungsi. Adapun Nexus didirikan oleh pelajar SMK jurusan informatika dengan produk digital comics.
Layaknya perusahaan-perusahaan yang sudah berjalan, mereka membentuk struktur dan jajaran direksi. Ketiga perusahaan dari tiga SMK itu merupakan peserta Permata Student Entrepreneurship Program (PSEP) yang merupakan bagian dari CSR Permata Bank.
Dalam kegiatan itu, tak hanya dituntut memiliki skill untuk membuat sebuah produk, mereka juga dibekali agar bisa membangun bisnis setelah mereka lulus sekolah dan mempunyai jiwa wirausaha. Siswa-siswa itu harus mempresentasikan rencana bisnis dan produk mereka.
Salah satu peserta PSEP, Sherly Andriyani Sofyani, siswi kelas X SMK Diktesad Jakarta jurusan farmasi yang juga Presiden Direktur Titermiti mengatakan pelatihan kewirausahaan itu membantu menambah pengetahuannya tentang bisnis.
"Saya kan jurusan farmasi. Di sekolah saya belajar bagaimana cara membuat obat, atau racikan lainnya. Kalau di sini, saya bisa tahu bagaimana cara memasarkan produknya, bisnisnya, daganganya," ujar Sherly di sela-sela pembekalan kewirausahaan PSEP, di Jakarta, kemarin.
Sebagai siswa yang baru saja belajar tentang manajemen perusahaan, ada tantangan tersendiri bagi mereka yang menjabat pimpinan. "Jadi presdir menantang banget, di sini kami belajar tanggung jawab, mengatur waktu, mengatur perusahaan. Kadang ada yang tak mau nurut dengan presdir," kata Presdir Nexus Rezaldi Akbar, pelajar kelas X SMK Bina Informatika, Tangerang Selatan.
Direktur Permata Bank Roy Arfandy mengatakan memang ilmu teori saat di sekolah sangat berbeda dengan praktik. "Yang sudah belajar farmasi, di sini bisa belajar bagaimana cara menjualnya," ujar Roy. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved