Target Dweling Time Tanjung Priok 2-3 Hari

Jes/X-4
15/3/2016 09:20
Target Dweling Time Tanjung Priok 2-3 Hari
(Sumber: Dirjen Bea dan Cukai/Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Grafis: Caksono)

WAKTU tunggu barang dan pelayanan kapal (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kini mencapai 3,64 hari.

Pencapaian itu sudah membaik ketimbang Januari lalu yang rata-rata 4,7 hari.

Kendati demikian, Satgas Dwelling Time akan mempersingkat lagi waktu tunggu dan pelayanan kapal tersebut menjadi 2-3 hari sebagaimana permintaan Presiden Joko Widodo.

Menurut Ketua Satgas Dwelling Time Agung Kuswandono, pihaknya mengupayakan untuk terus memangkas dan menyederhanakan perizinan.

"Ini merupakan faktor yang memakan konsumsi dwelling time tertinggi di proses precustom clearance. Pak Menko (Maritim) meminta kami mengecek kembali aturan yang masih bisa disederhakan atau dihapuskan."

Aparat Bea dan Cukai sudah membenahi area pemeriksaan fisik barang.

Pemeriksaan fisik barang dan kontainer kini bisa tuntas paling lambat pukul 12.00 WIB satu hari setelah barang atau kontainer tersebut masuk.

"Importir pun telah menyampaikan pemberitahuan impor barang sebelum kapal atau barang tiba. Pencapaian dwelling time 3,64 hari juga akibat sanksi denda Rp5 juta per hari terhadap kontainer yang menginap di tempat penimbunan sementara (TPS) lebih dari dua hari," kata Agung.

Menko Maritim Rizal Ramli meminta Satgas Dwelling Time mengoptimalkan jalur kereta api Priok-Cikarang di kedua jalurnya.

Menurut Rizal, kereta api peti kemas Priok-Cikarang bisa mengangkut kontainer sebesar 1.080 twenty foot equivalent unit (teu) per hari.

Pada sisi lain, Agung Kuswandono menyatakan pihaknya kini juga mengupayakan pemanfaatan tiga pelabuhan di wilayah Banten untuk menampung kontainer tujuan perusahaan di sekitar wilayah tersebut.

"Tiga pelabuhan tersebut yakni Pelabuhan Merak Mas, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Cigading. Selama ini ketiga pelabuhan itu hanya digunakan untuk barang curah sehingga bisa dimanfaatkan untuk langsung mendistribusikan barang impor dengan tujuan akhir Banten. Kapal-kapal besar bisa bersandar di sana dan pelabuhan tersebut ikut mendukung Tanjung Priok mengurangi dwelling time," ujar Agung.

Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian Perhubungan Marsetio berharap Pelabuhan Cigading, Merak Mas, dan Ciwandan dapat beroperasi layaknya Tanjung Priok dalam dua bulan ke depan.

"Dwelling time di Tanjung Priok bisa tinggal dua hari saja."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya