Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
FLUKTUASI harga minyak dunia yang masih dalam level rendah mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengkaji wacana pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pencabutan subsidi solar rencananya untuk menyokong sumber pendanaan Dana Ketahanan Energi (DKE).
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko menuturkan wacana penghapusan subsidi solar turut dipelopori pandangan dari sejumlah pengamat. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menetapkan total volume solar subsidi mencapai 16 juta kilo liter dengan nilai Rp16 triliun.
Artinya, ada subsidi sebesar Rp 1.000 untuk per liter solar. Sujatmiko menambahkan situasi harga minyak dunia yang terus melemah, disebut sejumlah pengamat sebagai momentum tepat untuk menghilangkan subsidi solar.
"Mulai ada pemikiran dari pengamat selagi harga minyak turun, saatnya untuk mengurangi subsidi solar,” tutur Sujatmiko saat ditemui di lingkungan Kantor Ditjen Ketenagalistrikan ESDM, Senin (14/3).
KendatI demikian, sambung dia, wacana tersebut memang baru sebatas menampung masukan dari sejumlah praktisi. Sampai saat ini pihaknya masih mengkaji berapa besaran subsidi solar yang dapat dipangkas.
Rencananya, Kementerian ESDM akan membawa isu tersebut untuk dirundingkan serta dimatangkan di tingkat parlemen, mengingat hal itu tidak lepas dari kepentingan masyarakat banyak.
"Ya nanti dengan DPR kita bicarakan lebih lanjut. Karena kan kalau subsidi dikurangi kan ada tambahan dana untuk yang lain,” katanya.
Dana dari pemangkasan subsidi solar bisa berpotensi untuk disalurkan ke Dana Ketahanan Energi (DKE). Hanya saja, lagi-lagi Sujatmiko menjelaskan bahwa sejumlah wacana yang dilontarkan kementerian tetap harus dimatangkan bersama DPR. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved