Menyebar Kenyamanan lewat Produk Halal

Wnd/M-3
13/3/2016 08:45
Menyebar Kenyamanan lewat Produk Halal
(MI/Galih Pradipta)

HAMPIR sekali sebulan Aisha Maharani akan pergi dengan membawa banyak kuas berbulu nilon. Bersama anggota komunitasnya, pendiri Halal Corner itu menuju keramaian.

Terakhir mereka melakukannya pada Minggu (14/2) di acara hari bebas kendaraan bermotor di Bogor. Di sana kuas dibagikan gratis kepada para penjual makanan dengan harapan menggantikan kuas yang terbuat dari bulu babi.

"Kegiatan kami itu temanya Sebakul, (kependekan dari) Sebar Kuas Halal. Supaya yakin terhindar dari yang haram, supaya aman dan nyaman untuk semuanya," tutur perempuan berhijab itu kepada Media Indonesia, Kamis (10/3).

Di rumahnya di Bogor, kepedulian Aisha terhadap produk halal lebih jelas terlihat. Produk yang tidak langsung dicerna pun dipilihnya yang berlabel halal, contohnya ialah kosmetik. Sikap serupa juga dilakukan ratusan anggota komunitasnya yang tersebar di 11 kota.

Kebutuhan akan beragamnya produk halal juga terjadi di kalangan pengusaha. Seorang pengusaha keramik juga berupaya mendapatkan sertifikat halal karena produknya akan digunakan di tempat ibadah.

Pertumbuhan permintaan produk halal tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut laporan Global State of Islamic Economic, permintaan produk halal dunia akan mengalami pertumbuhan 9,5% dalam 6 tahun ke depan, yaitu dari US$2 triliun pada 2013 menjadi US$3,7 triliun pada 2019.

Besarnya pasar itulah yang semestinya disadari produsen di Indonesia. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, seharusnya kita tidak hanya bisa memenuhi permintaan negeri sendiri, tetapi juga menjadi produsen produk halal dunia. Terlebih, dengan adanya Undang-Undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, para produsen harus bersiap dengan sertifikat halal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya