Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANEN raya yang berlangsung sekitar Maret-Juni nanti semestinya menjadi momentum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyerap gabah petani seoptimal mungkin. Sayangnya, kinerja lembaga penyangga harga itu tidak maksimal lantaran sarana dan prasarana yang kurang memadai. Kondisi itu sempat memancing amarah Presiden Joko Widodo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Karanganyar, Jawa Tengah.
Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori berpendapat, Bulog semestinya tidak boleh kehilangan momentum. Pasalnya, ketika serapan di panen raya minim, peluang Bulog untuk menghimpun gabah yang nantinya menjadi stok beras sebagai instrumen operasi pasar dan penyaluran beras sejahtera kian tipis.
"Satu-satunya momentum yang paling bagus untuk menyerap (gabah petani) ya saat panen raya. Kalau sudah musim paceklik atau musim gadu (kemarau), lebih susah lagi. Ini akan menjadi ironis ketika KementerianPertanian bilang panen kita tidak kekurangan atau berlebih, namun karena serapan rendah kemudian harus impor (beras)," papar Khudori saat dihubungi, Sabtu (12/3).
Dikatakannya, Bulog harus bertransformasi dan melakukan pembenahan, khususnya dari sarana dan prasarana. Apalagi lembaga tersebut telah diamanatkan menyerap gabah langsung ke petani sehingga rantai pasokan lebih pendek. Dengan begitu harga di tingkat petani sampai konsumen menjadi lebih proporsional.
Seperti diketahui, kegiatan Bulog dalam menyerap beras tidak lepas dari keberadaan mitra (kerja sama) di berbagai daerah yang mayoritas merupakan perusahaan skala kecil dengan fasilitas penggilingan yang kurang optimal. Khudori menegaskan Bulog perlu mengubah cara kerja untuk memaksimalkan penyerapan. Selain memperluas mitra kerja, Bulog pun harus intens terjun ke lapangan.
Penguatan sarana dan prasarana seperti alat pengeringan dan penggilingan yang dimiliki Bulog berbasis regional pun harus menjadi atensi. Begitu pula pembaharuan fasilitas timbangan dari manual menjadi digital, serta modernisasi alat penentuan derajat sosoh.
"Dalam menyerap gabah atau beras, jangan hanya sekedar andalkan mitra. Bulog lebih baik memperbanyak satuan petugas (Satgas) yang door to door langsung berhubungan dengan petani. Mitra yang bekerja sama dengan Bulog ini kebanyakan memiliki penggilingan dan pengeringan skala kecil, artinya pengadaan gabah akan relatif jauh dari target yang ditentukan pemerintah," urainya. (Tes/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved