ISC Sasar Efisiensi Rp1,3 Triliun

Tesa Oktiana Surbakti
12/3/2016 08:10
ISC Sasar Efisiensi Rp1,3 Triliun
(Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro--ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

PASCAPEMBUBARAN Pertamina Energy Trading Limited (Petral), Integrated Supply Chain (ISC) yang merupakan unit usaha PT Pertamina (persero) terus melakukan efisiensi. Sepanjang 2016, ISC menargetkan efisiensi US$100 juta (Rp1,3 triliun) melalui proses pengadaan minyak dan bahan bakar minyak (BBM).

Target itu disasar lewat kegiatan pemrosesan minyak mentah (crude processing) di kilang luar negeri serta memaksimalkan pembelian mi­nyak mentah domestik. Juga, dari pencarian sumber minyak mentah, kondensat, BBM, dan elpiji dari sejumlah negara dalam kerangka government to government.

Saat ini Pertamina tengah menjajaki suplai, khususnya dari negara yang baru lepas dari sanksi internasional seperti Irak, juga enam negara lainnya yakni Iran, Libia, Azerbaijan, Nigeria, Rusia, dan Angola.

“Dari Irak ada peluang memperoleh harga lebih murah ketimbang negara yang sudah settled seperti Arab Saudi. Pertamina dibantu Kementerian ESDM,” papar Vice President Crude, Product and Commercial ISC Hasto Wibowo di Jakarta, kemarin.

Upaya efisiensi itu akan fokus untuk memperoleh suplai crude yang ekonomis. “Mi­sal crude negara A lebih murah US$10 dari negara B. Bukan berarti kita langsung pilih negara A, tetapi dikaji lagi, apakah crude itu cocok dengan kilang kita, bisa menghasilkan berapa produk setelah diolah,” imbuh Hasto.

Saat ini ISC tengah menyeleksi 100 mitra kerja di sektor hulu. Seleksi dilakukan dengan mencermati legalitas dokumen, rekam jejak perusahaan termasuk pemilik, berikut kemampuan finansial, utamanya likuiditas perusahaan.

“Informasi tender bisa diakses lewat situs Pertamina sehingga seluruh masyarakat dapat memantau pengadaan maupun penjualan minyak dan produk minyak oleh ISC,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro.

Tahun lalu efisiensi dari ISC mencapai US$208,1 juta, melampaui target US$91,7 juta. “Kalau efisiensi sudah banyak dilakukan, berikutnya efisiensi tidak akan sebesar yang lalu,” ujar Wianda.

Sepanjang 2015 nilai minyak mentah dan BBM yang dikelola ISC mencapai US$27,41 miliar, dengan US$14,85 miliar ialah minyak mentah dan US$12,56 miliar berupa BBM. Tahun ini permintaan BBM diperkirakan 164,6 juta barel, gasoil (bahan bakar gas) 171,1 juta barel, dan elpiji 7,45 juta metrik ton.

Penghargaan GCG
Upaya Pertamina memenuhi prinsip utama tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) membuat perseroan meraih predikat the Best of Asia-Icon on Corporate Governance. Pertamina dinilai sukses menerapkan lima pilar strategis dari pengembangan sektor hulu hingga perbaikan struktur keuangan.

“Lima pilar yang dibangun Pertamina sejalan dengan praktik terbaik GCG. Kami yakin Pertamina akan terus meningkatkan komitmen penerapan GCG dalam segala lini bisnis perusahaan,” ujar Aldrin Monsod, Founder and Publisher Corporate Governance Asia, seusai memberikan penghargaan itu kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pertamina sebelumnya mendapatkan penghargaan dari SWA dan Hay Group sebagai per­usahaan yang diidam-idamkan para pencari kerja di tingkat nasional. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya