Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERUS membaiknya perekonomian Indonesia sejak awal tahun telah menimbulkan sentimen positif dari investor dalam dan luar negeri. Hal itu dapat diamati dari aliran modal asing sekitar Rp35 triliun selama Januari-Maret yang masuk ke pasar saham ataupun surat utang. Pada gilirannya sentimen positif tersebut berdampak pada penguatan rupiah terhadap dolar AS dan indeks harga saham gabungan.
Meski demikian, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah tetap akan mengawal stabilitas ekonomi agar nilai rupiah yang sedang menguat tersebut tidak lagi berfluktuasi tajam. "Rupiah terlalu lemah tidak bagus, tetapi terlalu kuat juga tidak bagus. Jadi, jawabannya rupiah sesuai (nilai) fundamentalnya saja."
Analis pasar keuangan Farial Anwar menilai penguatan rupiah yang berlangsung dalam sepekan belakangan justru menunjukkan tren positif dan akan berlangsung hingga triwulan pertama 2016.
"Tren positif nilai tukar rupiah belum berhenti dalam waktu dekat. Situasi ini bagus, tinggal kita mempertahankannya. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu. Fed tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Jika mereka melakukan, tidak memengaruhi perekonomian AS saat ini," kata Farial, kemarin (Rabu, 9/3).
Di sisi lain, lanjut Farial, konsistensi pemerintah melaksanakan paket kebijakan ekonomi dinilai sebagai faktor yang juga turut mendorong menguatnya nilai rupiah tersebut."Walaupun belum sepenuhnya semua kebijakan terealisasi, investor sudah merespons itu."
Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui penguatan rupiah terjadi terutama setelah Tiongkok melakukan relaksasi moneter.
Dalam menghadapi fenomena tersebut, pemerintah terus membenahi fundamen ekonomi agar aliran modal yang masuk bisa menetap dan berkontribusi ke perekonomian nasional."Kita harus menjaga fundamen makro-ekonomi, jangan ada isu yang membuat mereka keluar-masuk," ujar Bambang, Senin (7/3).
Antisipasi moneter
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (8/3), melemah 57 poin menjadi 13.141 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya 13.084.
"Mata uang di sejumlah negara berkembang termasuk rupiah melemah terhadap dolar AS. Ada spekulasi bahwa menguatnya nilai aset di pasar berkembang terlalu cepat mengingat masih adanya kecemasan atas kesehatan ekonomi Tiongkok dan global," ungkap Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.
Indeks harga saham gabungan pada Selasa (8/3) juga melemah 0,42% atau 20,53 poin ke level 4.811,04.Sejumlah analis mengemukakan pelemahan indeks saham terjadi bersamaan dengan pelemahan bursa Asia yang tertekan akibat sentimen data perdagangan Tiongkok dan revisi data PDB Jepang.
Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia selama Februari menjadi US$104,5 miliar atau meningkat US$2,4 miliar dari Januari 2016 sebesar US$102,1 miliar.Darmin Nasution mengatakan salah satu faktor yang memperkuat cadangan devisa ialah masuknya investor dengan memborong surat utang atau menanamkan modal secara langsung.
Akan tetapi, Darmin mengingatkan, dalam beberapa bulan ke depan pemerintah tetap mengantisipasi sejumlah kemungkinan.Salah satunya terkait pelonggaran kebijakan moneter bank sentral AS."Ke depan, kami belum bisa tahu apa yang dilakukan AS, apakah itu bisa memengaruhi penguatan rupiah." (Arv/Jay/Ant/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved