Selandia Baru Pangkas Suku Bunga Acuan

10/3/2016 08:17
Selandia Baru Pangkas Suku Bunga Acuan
(Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Graeme Wheeler--AP/New Zealand Herald, Mark Mitchell)

BANK Sentral Selandia Baru, Kamis (10/3) memangkas tingkat suku bunga acuan, official cash rate (OCR), sebesar 25 basis poin ke tingkat terendah bersejarah 2,25 persen, mengutip risiko inflasi yang bertahan rendah.

Inflasi umum (headline inflation) saat ini di 0,1 persen tetap rendah, sebagian besar karena berlanjutnya penurunan harga-harga untuk bahan bakar dan impor-impor lainnya, Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Graeme Wheeler mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Inflasi inti tahunan, yang mengecualikan pengaruh-pengaruh pergerakan harga bersifat sementara, lebih tinggi, sebesar 1,6 persen. "Sementara ekspektasi inflasi jangka panjang juga berlabuh di dua persen, telah terjadi penurunan yang material berbagai ukuran ekspektasi inflasi," kata Wheeler.

"Ini adalah sebuah kekhawatiran karena meningkatkan risiko bahwa penurunan harapan menjadi terpenuhi dengan sendirinya dan mengurangi hasil inflasi ke depan."

Inflasi diperkirakan bergerak lebih tinggi selama 2016, tetapi memakan waktu lebih lama untuk mencapai kisaran target RBNZ satu persen
hingga tiga persen.

Wheeler meninggalkan pintu terbuka kemungkinan pemotongan OCR lebih lanjut, mengatakan mereka mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi rata-rata mendatang menetap dekat tengah dari kisaran target.

Dia juga mengatakan prospek pertumbuhan global telah memburuk karena pertumbuhan lebih lemah di Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya, serta pelambatan pertumbuhan di Eropa, sementara volatilitas pasar keuangan telah meningkat dan harga komoditas tetap rendah.

"Di dalam negeri, sektor susu menghadapi tantangan sulit, tetapi pertumbuhan domestik diperkirakan akan didukung oleh migrasi ke dalam yang kuat, pariwisata, kegiatan konstruksi pipa dan kebijakan moneter yang akomodatif," kata Wheeler. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya