Simeuleu Targetkan Ekspor Gurita ke Tiongkok

Gabriela Jessica Sihite
08/3/2016 21:37
Simeuleu Targetkan Ekspor Gurita ke Tiongkok
(ANTARA/Dewi Fajriani)

WAKIL Bupati Simeuleu Hazrul Edyar berencana memeperpanjang landasan pacu Bandara Lasikin untuk meningkatkan penjualan hasil perikanan tangkap Simeuleu, Aceh. Bahkan, bila landasan pacu itu sudah jadi, pulau terluar di barat Indonesia tersebut berencana melebarkan pasarnya hingga ke Tiongkok.

Hazrul menargetkan landasan pacu bandara di Pulau Simeuleu akan menjadi 2.000 meter dari yang saat ini sepanjang 1.400 meter. Dia menilai perpanjangan landasan pacu akan menambah daya tampung barang yang diperjual-belikan melalui pulau tersebut.

"Kalau runway (landasan pacu) kecil kan hanya bisa untuk pesawat ATR. Selain itu, investor akan merasa aman kalau berinvestasi menggunakan armada yang agak besar. Dengan adanya ini kita berharap ada rute yang lebih banyak. Kalau ini semoga kan bisa menambah investasi yang ada sekarang," tukas Hazrul saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (8/3).

Ia menandaskan jika sarana dan prasarana sentra produksi dan perikanan terpadu (SKPT) semakin ditingkatkan, termasuk memperpanjang landasan pacu, pasar Simeuleu akan semakin luas. Menurut dia, sudah ada pihak-pihak dari Tiongkok yang tertarik untuk membeli hasil perikanan tangkap dari Simeuleu, terutama gurita.

Hazrul mengatakan masyarakat Negeri Tirai Bambu tersebut sangat menyukai gurita dari Simeuleu. Menurut masyarakat Tiongkok, kata Hazrul, gurita Simeuleu bermanfaat untuk pengobatan dan kosmetik. Saat ini, produksi gurita Simeuleu ditarksir sebesar 40 ton per bulan atau 480 per tahun. "Selain itu, mereka suka lobster, ikan teripang, dan kerapu," ucapnya,

Dia menargetkan tahun ini desain perpanjangan landasan pacunya kelar dibuat. Apalagi, Kementerian Perhubungan sudah menyetujui rencana tersebut dan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar.

"Tahun ini kita sedang merampungkan grand master dan DED-nya. Dan anggaran itu rencanananya akan dimasukkan ke tahun 2017," imbuh Hazrul. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya