Kementerian PUPR Percepat Tol Trans-Sumatra

Iqbal Musyaffa
04/3/2016 14:25
Kementerian PUPR Percepat Tol Trans-Sumatra
(Grafis MI)

KEBUTUHAN infrastruktur tidak dapat ditunda, terutama jalan alternatif Tol Trans-Sumatra yang harus segera direalisasikan. Pasalnya, kemacetan yang terjadi di poros Lampung hingga Palembang sudah semakin menjadi-jadi.

Presiden RI Joko Widodo menegaskan hal itu saat meninjau Tol Palembang-Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Kamis (3/3) "Karena jika tidak disiapkan infrastrukturnya terlebih dahulu, pembangunan infrastruktur akan terkalahkan oleh pembangunan rumah dan gedung sehingga pembebasannya menjadi sangat mahal," kata Jokowi.

Namun, Presiden mengingatkan nilai ekonomi pembangunan jalan tol itu bukan hanya untuk 5-10 tahun mendatang, melainkan 50 hingga 100 tahun mendatang. "Kita harus selalu melihat ke depan," imbuhnya.

Jalan Tol Indralaya-Palembang memiliki panjang 22 kilometer (km) dan pembangunannya sudah dimulai sejak 2015 lalu. Jalan Tol ruas Palembang-Indralaya merupakan cabang poros Lampung-Palembang hingga ke Aceh.

Sepanjang 17 km dari keseluruhan tol memang merupakan rawa-rawa dan hanya 5 km yang bukan. Dari jumlah itu, hingga saat ini telah terealisasi 11 km.

Pada 6 September 2015, Presiden meninjau jalur Tol Palembang-Indralaya. Saat itu baru pengerjaan selesai 8,5 km. Presiden sering mengatakan dirinya akan selalu melakukan pengecekan proyek pembangunan infrastruktur. "Proyek ini sudah dimulai Juli 2015, progress-nya sangat bagus mengingat medan yang berat karena rawa semua," kata Presiden.

Beratnya medan, lanjut Jokowi, dapat dilihat dari air di dalam rawa yang harus dipompa terlebih dahulu. Setelah itu, baru dapat dilakukan pengerasan dan dituntaskan dengan aspal. "Pada 2017, insya Allah selesai," ucap Presiden. Tak hanya Tol Palembang-Indralaya, Presiden juga berharap proyek tol lainnya yang sedang berjalan akan selesai tepat waktu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-Pera) Basuki Hadimuljono berharap pembangunan Tol Palembang-Indralaya ini bisa membantu mengurai kemacetan di Palembang, khususnya menjelang Asian Games (AG) di 2018 mendatang. "Lalu lintas hariannya diharapkan bisa mencapai 60 ribu. Lebar jalannya ada 120 meter dan bisa untuk 8 lajur," jelasnya.

Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah III (wilayah Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu), Thomas Setiabudi Aden, mengatakan pembangunan tol di wilayahnya paling banyak. "Ada Tol Bakauheuni-Tembagi Besar, Tembagi Besar-Pematang, Panggang-Kayu Agung, Kayu Agung-Palembang-Betung, Palembang-Indralaya, dan Palembang-Tanjung Api-Api," imbuhnya.

"Palembang-Indralaya itu sudah 71,26% dari 22 km yang kita perlukan. Sebetulnya yang sisa hampir 29% itu kebanyakan di luar kendali kita karena masalah kepemilikan lahan dan tuntutan warga. Dari 220 ha sudah terbebaskan 157 ha," urainya.

Pembangunan Tol Trans-Sumatra merupakan salah satu proyek raksasa yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk diintegrasikan dengan jalur kereta api dan transmisi listrik sehingga mampu mengakselerasi aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Barat.

Medan-Kualanamu
Poros lain yang juga sedang dikebut ialah Tol Medan-Kualanamu yang progress-nya saat ini mencapai 43%. "Pembebasan lahannya juga sudah terus bertambah atau 89%," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I, Paul Ames Halomoan, saat menemani Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Medan, Sumatra Utara, Rabu (2/3).

Di sana, Presiden meninjau pembangunan jalur kereta api Medan-Bandar Khalifah dan Binjai-Besitang serta Tol Medan-Binjai. Dengan kondisi seperti itu, diharapkan pengerjaan jalan tol itu bisa tepat waktu bersamaan dengan ruas jalan tol lainnya.

Progress jalan Tol Medan-Tebingtinggi yang panjangnya 44 km sudah 11% dengan pembebasan lahan mencapai 80 %. Untuk Tol Medan-Binjai, pengerjaan fisiknya sudah 11% dari panjang jalan tol itu sekitar 16,8 km. "Meski masih terhambat pembebasan lahan, diharapkan segmen dua ini bisa dioperasikan akhir 2016," katanya.

Penyelesaian proyek tol dengan tepat waktu diharapkan bisa mendukung kelancaran lalu lintas, khususnya menuju objek wisata di Sumut, dan nantinya bisa menjadi penghubung ke provinsi lainnya. (Ant/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya