Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mencatatkan pertumbuhan laba 24,7% sepanjang 2015 senilai Rp273 miliar. Di 2014, pertumbuhan laba bersih BJB hanya 6,9% atau senilai Rp1,12 miliar.
Meski laba tahun lalu tumbuh tinggi, Direktur Utama BJB Ahmas Irfan hanya menargetkan laba tahun ini tumbuh 12%. Target laba yang tidak terlalu agresif disebabkan tahun ini BJB lebih fokus membenahi kualitas kredit dan struktur dananya. Salah satunya menekan angka kredit macet (<>non-performing loan/NPL) hingga 2%.
"Memang itu ada penurunan target laba karena perbaikan kualitas pembiayaan dan penurunan NP," jelas Irvan dalam konferensi pers pemaparan kinerja di Jakarta, kemarin (Senin, 29/2).
Sepanjang 2015, BJB berhasil menekan NPL hingga 1,2%, yakni dari 4,1% di 2014 menjadi 2,9% di 2015. Kendati fokus menekan NPL, BJB tetap mengalami pertumbuhan kredit 12% yoy sebesar Rp55,3 miliar.
BJB juga berencana menyusutkan bunga kreditnya secara bertahap untuk memenuhi permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Bertahaplah nanti kita turunkan. Pokoknya kita ikut sama regulator," tegas Irvan.
Pada kesempatan terpisah, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) menjalin kerja sama dengan bank perkreditan rakyat (BPR) yang tergabung dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) untuk mempermudah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) mikro di seluruh Indonesia.
BNI pada 2016 mengalokasikan Rp11,5 triliun untuk KUR, dengan alokasi Rp500 miliar ke sektor mikro. Kerja sama BNI dengan Perbarindo tersebut dalam bentuk linkage dan menyalurkan KUR Rp300 miliar melalui BPR.
"Kita punya tugas Rp500 miliar, saya yakin dengan Rp300 miliar melalui Perbarindo. Kita punya kerja sama <>linkage untuk kredit kecil dengan bunga yang lumayan," ujar Direktur Bisnis dan Ritel BNI Sutanto di Jakarta, kemarin.
Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengatakan selama dua bulan terakhir ini dirinya melihat pasar KUR di bank-bank BUMN semakin besar terutama di daerah.
"KUR mikro ini kan di bawah Rp25 juta, artinya ada beberapa pindah ke bank umum. Makanya inisiasi Perbarindo dan BNI bersinergi agar nasabah juga loyal tidak lagi pindah," kata Joko.(Fat/Adi/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved