Jokowi: Blok Masela harus Bermanfaat untuk Indonesia Timur

Rudy Polycarpus
29/2/2016 18:21
Jokowi: Blok Masela harus Bermanfaat untuk Indonesia Timur
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

PEMERINTAH menyiapkan kajian mengenai manfaat bagi masyarakat terkait model pengolahan gas Blok Masela di Maluku. Menurut Presiden Joko Widodo, kajian itu akan melengkapi pilihan model pengolahan gas, apakah dilakukan di darat atau di laut. Ia menegaskan, keputusan terkait Blok Masela akan diambil pada 2018.

"Kita memerlukan waktu untuk memberikan peluang pada investor apakah di darat atau di laut, offshore atau onshore. Segera dirampungkan,” ujar Presiden di Kantor ESDM, Jakarta, Senin (29/2).

Yang paling penting, lanjut Presiden, pemanfaatan Blok Masela ini nantinya ke depan harus bermanfaat bagi pengembangan di regional Indonesia bagian timur. "Jangan sampai hanya diambilin, rakyat yang berada di sekitar itu tidak mendapatkan manfaatnya. Itu desain yang saya minta dari Menteri ESDM maupun dari Menteri Bappenas," tandasnya.

Jokowi juga mengingatkan pentingnya oil fund atau petroleum fund untuk ketahanan energi di masa depan serta pembangunan di sekitar wilayah-wilayah yang diekspoitasi.

"Jangan sampai duit semuanya dipakai sehingga kita enggak punya uang yang itu bisa dimanfaatkan dalam jangka yang panjang untuk anak cucu kita," tegas Presiden.

Tender pengelolaan Blok Masela dimenangi Inpex Corporation (Jepang) dan Shell (Belanda) pada 1998. Inpex bertindak sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 persen dan Shell 35 persen. Kontrak di Blok Masela berakhir pada 2028. Mengutip data SKK Migas, cadangan gas Blok Masela sebanyak 10,73 triliun kaki kubik dan kondensat 24.460 barrel per hari. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya