G-20 Sepakat Angkat Pertumbuhan Ekonomi

AFP/Ant/E-3
28/2/2016 08:45
G-20 Sepakat Angkat Pertumbuhan Ekonomi
(ANTARA/Andika Wahyu)

NEGARA-NEGARA yang tergabung dalam G-20 sepakat akan menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi global yang tengah melesu.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G-20 di Shanghai, Tingkok, kemarin, mengatakan dalam komunike bahwa pemulihan ekonomi global terus berlanjut. "Meski ketidakpastian masih ada dan akan terjadi perlambatan jangka pendek, pertumbuhan akan berkelanjutan dan seimbang di masa mendatang.

"Pertemuan itu terjadi di tengah kekhawatiran yang muncul dari perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tuan rumah Tiongkok, penurunan tajam di pasar keuangan dunia, dan suku bunga acuan AS yang naik pertama kalinya sedangkan Jepang mengadopsi suku bunga negatif.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan global 2016 dari 3,3% menjadi 3%. Dalam komunike G-20, dunia saat ini tengah menghadapi masalah seperti arus modal yang mudah menguap, penurunan harga komoditas, dan meningkatnya ketegangan geopolitik, imbas jika Inggris benar-benar memutuskan keluar dari Uni Eropa, dan peningkatan jumlah pengungsi di beberapa wilayah.

Perbedaan pendapat sempat muncul Jumat (26/2), saat Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan upaya meningkatkan perekonomian dengan melonggarkan moneter bisa menjadi stimulus kontraproduktif dan kebijakan fiskal pemotongan pajak terlalu banyak. "Kebijakan fiskal dan moneter telah mencapai batas mereka," kata dia. "Jika Anda ingin ekonomi riil tumbuh, tidak ada jalan pintas tanpa reformasi.

"Menteri Keuangan AS Jacob Lew mengatakan kepada wartawan, Jumat (26/2), bahwa semakin penting untuk menggunakan semua tuas kebijakan yang tersedia demi perbaikan ekonomi. "Itu berarti menggunakan tingkat fiskal serta kebijakan moneter dan reformasi struktural.

"Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan negara-negara G-20 harus meningkatkan koordinasi dan kerja sama untuk mengatasi perlambatan ekonomi dunia.

"Para anggota G-20 harus meningkatkan koordinasi kebijakan makronya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tiap negara dan pertumbuhan ekonomi global," kata dia dalam sambutannya melalui video pada pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara G-20 di Shanghai, kemarin.

Di sisi lain, Indonesia ingin komitmen global, terutama negara-negara yang tergabung dalam G-20, terkait dengan pembagian data perpajakan dan transaksi keuangan secara otomatis.

"Indonesia ingin kesepakatan yang sudah dicapai pada KTT G-20 di Turki bahwa pertukaran informasi perpajakan dan transaksi keuangan dapat dilaksanakan pada 2018 tidak akan berubah lagi atau penyesuaian-penyesuaian lagi," kata Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro di Shanghai, Jumat (26/2).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya