Bank BUMN Pionir Penurunan Bunga

Irene Harty
26/2/2016 09:15
Bank BUMN Pionir Penurunan Bunga
(Sumber: Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia/L-1/Grafis: Seno)

BANK-BANK badan usaha milik negara (BUMN) akan berupaya menurunkan suku bunga menjadi satu digit (single digit) pada tahun ini juga.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

"Bunga perbankan di Indonesia harus bisa bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bank BUMN harus menjadi pionir. Jika tidak bisa menurunkan bunga, otomatis biaya pinjaman menjadi lebih tinggi sehingga melemahkan daya saing ekonomi nasional. Pemerintah bersama BI dan OJK berkomitmen secara bertahap menurunkan bunga. Ada dua biaya dalam bunga pinjaman, yakni biaya dana (cost of fund) yang diperoleh dari deposito dan tabungan serta biaya operasional. Ini harus lebih efisien sehingga kita bisa mencapai suku bunga rendah," kata Rini.

Dirut BNI Achmad Baiquni mengakui penurunan suku bu-nga terutama deposito tersebut berdampak pada suku bunga kredit bagi perbankan BUMN.

"Kalau nanti bunga dana turun, otomatis kami bisa menawarkan kredit dengan bunga lebih rendah. Sangat besar sekali pengaruhnya. Komponen paling besar dari bunga kredit itu cost of fund."

Saat ini, porsi deposito BUMN di BNI mencapai sekitar 20% dari total deposito sebesar Rp300 triliun.

Di sisi lain, menurut Dirut BRI Asmawi Syam, penurunan suku bunga deposito tidak akan memengaruhi kinerja perbankan secara umum jika memperoleh dukungan dari semua bank agar sinergi industri perbankan nasional semakin efisien.

Direktur Konsumer Bank Mandiri Hery Gunardi menyebutkan pembatasan suku bunga deposito bagi dana BUMN akan memangkas biaya dana.

Di lain pihak, pemerintah berharap batas atas bunga deposito bagi dana pemerintah di perbankan nasional berada di kisaran 5%, atau lebih rendah daripada rata-rata bunga deposito perbankan sebesar 7%.

"Perlu ada batasan kalau kementerian/lembaga atau BUMN menaruh uang di bank. Jangan gara-gara uangnya Rp1 triliun, kemudian minta bunga tinggi," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (24/2) (Media Indonesia, 25/2).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad menegaskan pihaknya masih membahas batas atas suku bunga deposito bersama BI dan kementerian terkait.

"Nanti pokoknya satu digit sehingga akses kredit menjadi besar dan ekonomi bisa lebih maju."

Muliaman berharap penurunan suku bunga deposito akan mendorong pertumbuhan kredit sekitar 13%-14%.

Pajak deposito

Untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat fundamen ekonomi, pemerintah menurunkan pajak penghasilan (PPh) bunga deposito yang bersumber dari devisa hasil ekspor menjadi hanya 0%-10% berdasarkan denominasi devisa dan waktu penempatan.

Laman Sekretariat Kabinet yang dikutip Media Indonesia kemarin menyatakan selama ini bunga deposito dikenai PPh final sebesar 20% dari jumlah bruto.

Revisi pengenaan pajak tersebut disahkan pada 19 Februari 2016.

(Jay/Fat/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya