Rupiah Berpeluang Terus Menguat

Nuriman Jayabuana
25/2/2016 18:49
Rupiah Berpeluang Terus Menguat
(ANTARA/Wahyu Putro A)

BANK Indonesia memperkirakan suku bunga negatif yang diterapkan di sejumlah negara mendorong peningkatan arus modal masuk atau capital inflow ke dalam negeri. Arus modal masuk tersebut berdampak positif terhadap penguatan nilai tukar rupiah.

“Arus modal kembali ke emerging market yang Januari Februari sudah mulai masuk ke kita. Impactnya terhadap rupiah positif, rupiah berpeluang untuk terus menguat,” ujar Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juda Agung, Kamis (25/2).

Hal tersebut cenderung bertolak belakang dengan yang terjadi selama 2015. Pada tahun lalu, dunia berhadapan dengan kondisi bank sentral AS yang menerapkan pengetatan kebijakan moneter. "Sementara yang lain akhirnya melonggarkan. Jadinya uang itu larinya ke Amerika," ujar dia.

Menurut Juda, bank sentral AS terlihat ragu terhadap kondisi perekonomian negara Paman Sam tersebut. "Inflasi mereka masih terus rendah, jadi policy divergent yang tahun lalu melebar pada tahun ini mulai menyempit," kata Juda.

Bank Indonesia meyakini kondisi tersebut akan membuat capital inflow akan terus masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia. “Tapi kita harus hati hati juga inflow ini pedang bermata dua. Sekarang masuk, bila mungkin katakanlah di akhir tahun Amerika kembali melakukan tightening ya tentu saja itu berpotensi pulang,” ujar dia.

Sehingga, menurut dia, arus modal yang masuk tersebut juga perlu diwaspadai. “Jadi harus berhati hati juga terhadap inflow itu apalagi yang sifatnya jangka pendek,” ujar dia.

Juda juga menyatakan kurs rupiah saat ini di kisaran Rp 13.300-13.400 terbilang cukup kompetitif "Sekarang kalau kita lihat REER (real effective exchange rate)-nya, itu kita masih di bawah 100, yaitu 94. Jadi memang masih kompetitif," ujar dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya