Pemerintah Akan Rampingkan Alokasi Belanja

Nuriman Jayabuana
25/2/2016 18:08
Pemerintah Akan Rampingkan Alokasi Belanja
(ANTARA/Dok. JK)

PEMERINTAH bersiap memangkas anggaran belanja di dalam postur APBN 2016. Langkah tersebut merupakan antisipasi atas kekhawatiran penerimaan pajak yang kembali diperkirakann tak mampu mencapai target.

"Kalau pajak kita turun, otomatis budget kita juga harus disesuaikan,” ujar Kalla pada forum bertajuk Indonesia Summit di Jakarta, Kamis (25/2).

Pada APBN 2016, DPR dan pemerintah menargetkan penerimaan negara sebesar Rp1822,5 triliun. Penerimaan itu sebagian besar ditopang penerimaan pajak yang mematok angka sebesar Rp1546,7 triliun.

Sementara itu, belanja negara diproyeksikan sebesar Rp2095 triliun. Estimasi defisit sebesar Rp273,2 triliun akan ditutupi dengan skema penerbitan surat utang negara dan pembiayaan lembaga multilateral.

Per 5 Februari, penerimaan negara baru mencapai Rp94,9 triliun atau setara 5,2 persen dari target 2016. Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 78,8 triliun dan PNBP sebesar 16,1 triliun.

Realisasi tersebut lebih rendah ketimbang pencapaian pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 103,3 triliun. Penerimaan pajak tercatat sebesar Rp90,3 triliun dan PNBP 13 triliun per Februari 2015,.

Sebagai jalan keluar, pemerintah masih menggodok pengesahan aturan pengampunan pajak dengan parlemen. Pengampunan pajak dipercaya mampu menambah penerimaan dalam jumlah yang signifikan untuk menghindari kekurangan penerimaan pajak atau shortfall.

"Pemerintah jangan seperti tahun lalu kebingungan karena pemasukannya kurang dan belanja sedang gencar-gencarnya. Maka pengampunan pajak bisa menjadi solusi,” ujar pengamat perpajakan Yustinus Prastowo. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya