Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERADA di pesawat nampaknya tidak bisa lagi menjadi alasan untuk tidak terkoneksi secara daring. Setidaknya itu berlaku bagi penumpang pesawat Icelandair. Maskapai yang telah beroperasi sejak 1973 itu sudah mengaktifkan layanan wi-fi di udara pada hampir seluruh rute penerbangannya.
Untuk menyediakan layanan wi-fi tersebut, Icelandair pertama-tama bekerja dengan wi-fi provider Gogo. Namun, tak lama pascaresmi menjalin kerja sama, Icelandair menuntut Gogo lantaran layanannya dinilai terlalu lamban. "Kecepatan merupakan esensi dari layanan ini," demikian alasan yang dikemukakan maskapai tersebut.
Lepas dari Gogo, Icelandair menjajaki kerja sama dengan Lufthansa, penyedia layanan yang memungkinkan penumpang mengaktifkan layanan 4G yang dimiliki gawainya saat berada di udara.
Kabarnya, jika layanan itu sukses, langkah Icelandair akan diikuti oleh seluruh maskapai Eropa tahun depan. Saat mencium permintan yang akan masif di masa mendatang, penyedia layanan lain, Inmarsat, yang juga terlibat dalam masa percobaan Lufthansa, serta Deutsche Telkom, sedang menggarap layanan yang memungkinkan penumpang menerima panggilan telepon di udara.
"Layanan ini akan memungkinkan jaringan telepon tersambung dengan sinyal di daratan saat berada pada ketinggian yang rendah, dan terhuhung dengan satelit langsung saat tinggi. "Dengan perkembangan itu, manusia tidak akan menemukan alasan lagi untuk tidak terhubung secara daring setiap detik, bahkan saat ia berada di ketinggian 30 ribu kaki di atas permukaan laut.
Hal itu tentu memiliki dua sisi bagi setiap orang, positif dan negatif. Pada masa mendatang, berada di pesawat untuk perjalanan panjang mungkin tidak bakal membosankan. Akan tetapi, perjalanan udara amat mungkin akan dipenuhi kebisingan para penumpang dan awak pesawat yang saling telepon.
Bagaimana dengan di Indonesia? Beberapa waktu lalu, pernah dijajaki kemungkinan untuk mengaktifkan layanan internet di udara. Maskapai Garuda Indonesia tahun lalu bahkan pernah menyebar angket kepada para penumpangnya mengenai kemungkinan bila maskapai tersebut menyediakan layanan internet di kabin penumpang.
Hal itu memungkinkan para penumpang mengakses internet di udara setelah November 2015. Sayang layanan yang dinamai in-flight connectivity itu baru resmi beroperasi pada beberapa armada. Untuk mendapat wi-fi, penumpang juga akan dikenai biaya khusus. (The Economist/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved