Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBANKAN badan usaha milik negara (BUMN) segera menurunkan suku bunga deposito sebagaimana harapan pemerintah dan pengusaha.
Penegasan itu dikemukakan Menteri BUMN Rini Soemarno kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, kemarin.
Menurut Rini, keputusan penurunan suku bunga deposito tersebut diambil Senin (22/2).
"Targetnya menjadi single digit atau di bawah 10%. Selama ini, banyak BUMN meminta bunga deposito tinggi sehingga membuat cost of fund (biaya dana deposito) perbankan membengkak."
Untuk itu, menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, langkah yang kini tengah disiapkan pemerintah ialah menetapkan batas atas tingkat bunga deposito bagi anggaran pemerintah.
"Sedikit di atas inflasi."
Menkeu Bambang Brodjonegoro menambahkan terobosan itu diharapkan meningkatkan uang beredar.
"Kami ingin ekonomi bergerak dan investasi bertambah. Pemerintah sebagai nasabah besar bisa membantu penurunan suku bunga."
Selain penurunan suku bunga deposito, pemerintah berharap tahun depan suku bunga kredit pun diturunkan hingga rata-rata 7%.
Menurut data Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2015, rata-rata suku bunga kredit modal kerja mencapai 12,56% dan suku bunga kredit investasi 12,15%.
"Kami harapkan rata-rata 7%, baru ekonomi bisa bergerak. Rata-rata (bunga) kredit yang diberikan perbankan di negara ASEAN lain (sekitar) 5%-6%," ujar Wapres Jusuf Kalla seusai rapat bersama sejumlah menteri di Kantor Wapres, kemarin.
BI rate turun
Sejalan dengan ruang pelonggaran kebijakan moneter yang kian terbuka dan terjaganya stabilitas makroekonomi, BI memutuskan kembali memangkas BI rate sebesar 25 basis poin dari 7,25% menjadi 7%.
Pemangkasan suku bunga acuan BI tersebut juga diikuti penurunan suku bunga penempatan likuiditas harian perbankan di BI (deposit facility) dari 5,25% menjadi 5% dan suku bunga pinjaman BI kepada perbankan yang memerlukan likuiditas harian (lending facility) dari 7,75% menjadi 7,5%.
Giro wajib minimum (GWM) premi rupiah pun dipangkas 1% menjadi 6,5% yang berlaku mulai 16 Maret 2016.
"Penurunan GWM primer akan menambah likuiditas perbankan Rp34 triliun. Efeknya bisa dirasakan 1-3 bulan ke depan," ungkap Gubernur BI Agus Martowardojo seusai rapat dewan gubernur di Gedung BI, kemarin.
Direktur Utama PT Bank Mandiri (persero) Tbk Budi Gunadi Sadikin menyambut baik penurunan BI rate dan GWM primer.
"Dari pelonggaran likuiditas yang diberikan BI itu, perusahaan dapat memperoleh tambahan likuiditas Rp4,1 triliun. Pemberian kredit lebih lancar dan tidak perlu berebut suku bunga. Akan tetapi, kami tidak mengubah proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini, tetap 13%-14%."
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar berharap Bank Sentral menurunkan suku bunga acuan hingga ke level 6,5% untuk mendorong industri memproduksi barang substitusi impor.
"Bunga kita relatif tinggi ketimbang luar negeri."
(Jay/Deo/Arv/Ire/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved