Holding Bank BUMN Terbentuk Pada 2018

Anastasia Arvirianty
16/2/2016 19:26
Holding Bank BUMN Terbentuk Pada 2018
()

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perusahaan holding bank BUMN akan terbentuk pada 2018. Hal itu tertuang dalam peta jalan (road map) sampai 2019 dari Kementerian BUMN untuk sektor jasa keuangan dan perbankan.

Hal tersebut Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (16/2).

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan, holding bank BUMN ini dilakukan guna memperkuat basis pasar domestik dari 37% menjadi 45%. "Akan dimulai dengan sinergi mesin anjungan tunai mandiri (ATM), mesin EDC, kartu bersama, IT-Backbone yanv terintegrasi melalui National Payment Gateway (NPG) yang ditargetkan 50 ribu ATM dan 640 ribu EDC," katanya.

Sebagai langkah awal, ujar Gatot, akan dilakukan beberapa efisiensi seperti memperbanyak ATM Link Himbara, mengurangi mesin-mesin ATM di kota besar yang jumlahnya tergolong berlebihan dan dipindahkan letaknya di remote area.

Selain itu, pembentukan holding bank ini dipastikan 100% akan dimiliki oleh BUMN, dengan opsi pengelola holdingnya adalah PT Danareksa (persero) atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (persero).

Penguatan perbankan syariah pun masuk ke dalam peta jalan ini. Gatot mengakui, untuk memperkuat perbankan syariah BUMN, pemerintah dulu sempat berencana menyatukan perbankan tersebut agar menjadi Buku III, namun terpaksa dibatalkan sebab terkendala pada transfer of knowledge masing-masing perbankan.

Maka, pihaknya berpendapat, cara lain yang bisa dilakukan untuk memperkuat perbankan syariah adalah melalui strategic partner. "Perbankan-perbankan syariah itu akan mencari strategic partner, misalnya dengan BPD melalui penyertaan saham 20%-25%," terang Gatot. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya