Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH kuatnya pengaruh El Nino di Nusa Tenggara Timur mengakibatkan sebagian besar petani di daerah itu belum menanam, misalnya, di bagian selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan yang mencakup Kecamatan Amanuban Selatan, Kot'olin, dan Kolbano.
"Saat ini petani di bagian selatan Timor Tengah Selatan belum menanam karena tidak ada air," kata Bupati Timor Tengah Selatan, Paul Mella, di sela-sela Rapat Koordinasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah di Kupang, kemarin.
Wilayah selatan daerah itu yang meliputi puluhan desa menderita krisis air pada kemarau 2015 yang mengakibatkan warga menderita krisis pangan. Akan tetapi, Paul menjamin krisis pangan pada 2015 tidak akan terulang lagi.
Pasalnya, pemerintah telah menyiapkan bahan pangan, terutama beras, yang cukup untuk didistribusikan ke keluarga yang mengalami gagal tanam.
"Masalah distribusi pangan ini penting untuk mengatasi terjadinya kenaikan harga pangan di desa-desa," ujarnya.
Ia mengatakan infrastruktur menuju desa yang warganya mengalami gagal panen dalam kondisi baik.
Dengan demikian, masalah distribusi pangan tidak ada kendala lagi.
Menurut Paul, pemerintah daerah terus mendorong warga untuk segera menanam tanaman umur pendek saat turun hujan, terutama kacang hijau dan jagung.
Di sisi lain, pencetakan lahan baru untuk mempertahankan produksi pertanian terus dilakukan.
Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, mengharapkan cetak sawah baru di wilayahnya sekarang ini mampu membantu ketahanan pangan nasional.
"Kabupaten Tasikmalaya harus mampu menjadi lumbang padi terbesar di Jawa Barat dan harus berada pada peringkat ke 1 skala nasional," ungkapnya, kemarin.
Harga stabil
Di bagian lain, harga sejumlah komoditas strategis di pasar tradisional di Kota Sukabumi, Jawa Barat, rata-rata relatif stabil.
Hanya, ada beberapa harga komoditas yang naik meskipun tidak signifikan.
"Ada memang beberapa komoditas pokok yang naik, tapi tidak signifikan," kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, kemarin.
Harga komoditas pokok yang naik di antaranya cabai merah lokal (TW).
Saat ini harganya di kisaran Rp40 ribu-Rp45 ribu per kilogram.
Harga beras jenis IR 64 kualitas I dan II juga naik sekitar Rp400 per kilogram.
"Untuk komoditas cabai merah ada yang menjual sampai Rp60 ribu per kilogram. Tapi saya imbau agar warga tak terkecoh dengan harga cabai merah yang tembus Rp60 ribu per kilogram. Dari hasil pantauan di lapangan, harga cabai merah jenis TW ialah Rp40 ribu-Rp45 ribu per kilogram," ungkap Ayep.
Ayep akan mengecek kembali ke lapangan untuk memastikan pasokan dan harga cabai merah saat ini.
Namun, dia tak menampik komoditas sayuran saat kondisi seperti ini rentan membusuk.
"Pada curah hujan seperti sekarang, biasanya komoditas seperti cabai merah atau tomat rentan busuk. Kami juga akan koordinasi dengan distributor agar pasokan tetap berjalan lancar ke pasaran," tambah Ayep.
Di Bengkulu, harga daging sapi yang tersebar di pasar tradisonal di sepuluh kabupaten/kota setempat masih tergolong tinggi, yakni Rp130 ribu per kilogram dari semula Rp110 ribu per kilogram.
"Modal beli daging sapi sudah naik sehingga harga jual pun menjadi naik. Harga daging mulai naik sejak dua hari terakhir akibat pasokan dari peternak sapi di Provinsi Bengkulu berkurang," kata Andi, 50, pedagang daging sapi dipasar Panorama, Kota Bengkulu, kemarin.
(BB/AD/MY/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved