Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN listrik tenaga nuklir di Tanah Air menemui titik terang. Rapat kerja Komisi VII DPR dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (3/2), sepakat mencantumkan pengembangan listrik tenaga nuklir sebagai salah satu poin kesimpulan.
Anggota Komisi VII Kurtubi mengatakan pembahasan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sudah sering dilakukan dalam rapat-rapat Komisi VII.
"Akhirnya Komisi VII bersepakat pentingnya PLTN dibangun di Indonesia karena kapasitas pembangkit kita masih rendah meskipun program 35 ribu Mw sudah selesai," urainya.
Proyek 35 ribu Mw yang mulai dikerjakan pemerintah, lanjutnya, tidak akan mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional. Karena itu, pemanfaatan nuklir menjadi opsi yang harus diperhatikan, apalagi sejumlah negara di ASEAN sudah mulai membangun PLTN.
"Saat ini PLTN sedang dibangun di 69 negara termasuk Vietnam, menyusul Malaysia, Filipina, dan Thailand. Indonesia mempunyai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), tetapi disayangkan tidak dimaksimalkan perannya dalam pengembangan tenaga listrik," tuturnya. Secara terpisah, Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan siap membantu pemerintah dalam pengembangan nuklir.
"Kami ikut saja, yang pasti sebagai sebuah badan kami siap membantu secara teknologi kalau itu telah diputuskan pemerintah," ujarnya.
Djarot menambahkan Batan saat ini tengah mengkaji lokasi pengembangan nuklir. Apabila di kemudian hari pemerintah memutuskan untuk membangun PLTN, Batan telah memiliki opsi lokasi untuk disodorkan.
"Beberapa lokasi lain sedang dipersiapkan untuk menambah lokasi yang sudah ada sebelumnya, yakni Jawa Tengah, Belitung, dan Kalimantan. Nanti tinggal melihat kepentingan nasional dan Kementerian EDSM yang akan memutuskan," ungkapnya. Sementara itu, anggota Dewan Energi Nasional Tumiran mengatakan pemanfaatan nuklir di Indonesia harus dinilai secara realistis. Menurutnya, perhatian terhadap pemanasan global atas pengurangan energi perlu diperhatikan.
"Energi yang bisa diperbarui memang dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi pemanasan global, tetapi harus diperhatikan pula kriteria-kriterianya," tukasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved